Berita

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Fraksi PKS, Saadiah Uluputty (Foto: Dok. F-PKS)

Politik

DPR Pastikan ART Dapat BPJS hingga Jam Kerja Manusiawi

KAMIS, 12 MARET 2026 | 09:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) akan segera disahkan sebagai usul inisiatif DPR.

Menaggapi hal itu, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menilai RUU PPRT harapan baru bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia. Sebab, selama ini ART tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai.

“RUU PPRT ini merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus pengakuan terhadap pekerja rumah tangga sebagai pekerja yang memiliki hak-hak dasar,” kata Saadiah kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.


Menurut Saadiah, target pembahasan RUU tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026 sehingga segera menjadi undang-undang yang memberikan perlindungan lebih kuat bagi pekerja rumah tangga.

Dalam draf terbaru, RUU PPRT dirancang memberikan perlindungan komprehensif namun tetap mempertimbangkan hubungan kerja yang khas antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja.

Ia menjelaskan salah satu prinsip yang ditekankan dalam pembahasan terbaru adalah asas kekeluargaan dalam hubungan kerja.

“Hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja tetap berbasis asas kekeluargaan, sehingga tidak terjadi industrialisasi hubungan kerja yang kaku tetapi tetap memberikan jaminan hukum,” jelasnya.

RUU tersebut juga mengatur sejumlah hal mendasar yang selama ini belum memiliki payung hukum jelas. Di antaranya jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga melalui program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, rancangan undang-undang ini mengatur perjanjian kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja, baik secara tertulis maupun lisan, yang mencakup kesepakatan mengenai tugas, upah, hingga jam kerja yang manusiawi.

Saadiah menambahkan regulasi ini juga menata keberadaan lembaga penyalur pekerja rumah tangga agar memiliki status hukum yang jelas serta mencegah praktik penyaluran ilegal atau eksploitatif.

“Di sisi lain, RUU PPRT juga menjamin hak-hak dasar pekerja rumah tangga, seperti hak cuti, tunjangan hari raya (THR), serta perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi di tempat kerja,” kata Legislator PKS ini.

Menurut Saadiah, keberadaan undang-undang ini sangat mendesak karena sektor pekerja rumah tangga selama ini berada dalam situasi rentan akibat belum adanya regulasi yang secara khusus melindungi mereka.

Ia menilai Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku saat ini belum secara spesifik mengatur pekerja rumah tangga yang bekerja di ranah domestik.

“Karena itu, RUU PPRT menjadi penting untuk memastikan pekerja rumah tangga tidak lagi dipandang sekadar pembantu, tetapi diakui sebagai pekerja yang memiliki hak asasi dan hak kerja yang harus dilindungi negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPR akan membawa RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Hak Cipta ke Rapat Paripurna terdekat.

“Pada paripurna besok, DPR akan mengesahkan di paripurna yaitu satu undang-undang pekerja pembantu rumah tangga atau PPRT menjadi usul inisiatif DPR dan akan segera dibahas untuk menjadi undang-undang,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco  Ahmad di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya