Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Rupiah Dibuka Lesu Usai Purbaya Umumkan APBN Tekor Rp135,7 Triliun

KAMIS, 12 MARET 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026 di tengah sentimen defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp135,7 triliun pada Februari 2026 yang diumumkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, Rupiah dibuka melemah 14 poin ke level Rp16.899 per Dolar AS. 

Hingga pukul 09.30 WIB, pelemahan masih berlanjut dengan koreksi 0,07 persen ke posisi Rp16.893 per Dolar AS.


Di sisi lain, pasar saham domestik justru bergerak menguat pada awal perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,13 persen ke level 7.398,85.

Semenit setelah pembukaan, IHSG bahkan melanjutkan penguatan sebesar 0,43 persen ke level 7.421. 

Tercatat sebanyak 266 saham berada di zona hijau, 214 saham melemah, dan 478 saham lainnya stagnan. 

Nilai transaksi awal mencapai Rp648 miliar dengan volume perdagangan sekitar 1,2 miliar saham.

Sejumlah indeks utama turut mencatatkan kenaikan, di antaranya indeks LQ45 Index yang naik 0,60 persen ke level 756, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,39 persen ke 495, indeks IDX30 Index naik 0,56 persen ke 401, serta IDX MNC36 yang menguat 0,43 persen ke level 312.

Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau, dipimpin oleh sektor energi, konsumer siklikal, keuangan, teknologi, industri, infrastruktur, transportasi, serta bahan baku.

Sementara itu, sektor yang masih tertekan antara lain konsumer non-siklikal, properti, dan kesehatan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya