Berita

Kabaharkam Polri Komjen Karyoto (Tangkapan layar dari YouTube DPR)

Presisi

Polri Siagakan Operasi Ketupat 2026, Antisipasi Nyepi dan Lebaran Berdekatan

RABU, 11 MARET 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Korps Bhayangkara mempersiapkan langkah pengamanan khusus menyusul berdekatan­nya perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri pada 2026.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Karyoto, pengamanan di Bali dilakukan melalui Operasi Ketupat Agung yang dilaksanakan oleh Polda Bali. Operasi ini bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan umat Hindu.


“Pada tahun ini perayaan Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, 21 Maret 2026,” ujar Karyoto.

Ia menjelaskan, kedekatan waktu dua hari besar keagamaan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan, terutama karena arus mudik Idul Fitri bertepatan dengan rangkaian perayaan Nyepi.

Sebagai langkah antisipasi, telah diterbitkan surat seruan bersama mengenai pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri di Provinsi Bali. 

Seruan itu ditandatangani Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, serta diketahui Kapolda, Danrem, dan Gubernur Bali.

Karyoto menambahkan, pada 18 Maret 2026 seluruh wilayah Bali akan melaksanakan upacara Tawur Kesanga. Dalam prosesi tersebut biasanya digelar persembahyangan di sejumlah simpang empat, serta arak-arakan ogoh-ogoh yang kerap menggunakan bahu jalan.

Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, Polri telah berkoordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat terkait penempatan ogoh-ogoh, terutama di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai yang menjadi jalur mudik.

“Para Bhabinkamtibmas akan mengawal dan mengamankan rangkaian upacara Nyepi pada desa binaan masing-masing,” jelasnya.

Dalam pengamanan Nyepi di Bali, sebanyak 2.125 personel dikerahkan dengan dukungan 15 pos pengamanan, 6 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu.

Selain itu, pemerintah daerah bersama tokoh agama juga menegaskan beberapa kesepakatan penting. Di antaranya, Nyepi dilaksanakan secara khidmat mulai 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA dengan penghentian seluruh aktivitas umum, transportasi, siaran, data seluler, serta kegiatan di luar rumah.

Kesepakatan tersebut juga melarang penggunaan petasan, pengeras suara, dan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan. 

Sementara takbiran Idulfitri 2026 diminta dilaksanakan di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki tanpa pawai kendaraan, tanpa petasan, serta tanpa pengeras suara berlebihan pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

“Penekanannya mengedepankan toleransi dan moderasi beragama, sinergi TNI, Polri, Pemda, Desa Adat, dan tokoh agama, antisipasi potensi gangguan masyarakat,” kata Karyoto.

Sementara itu, untuk pengamanan Idul Fitri secara nasional, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Dalam operasi terpusat ini, Polri mengerahkan 89.228 personel yang didukung TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta berbagai instansi terkait. Pengamanan difokuskan pada jalur mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

Polri juga mendirikan berbagai pos pengamanan dan pelayanan di titik strategis guna membantu para pemudik. Rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, hingga pembatasan kendaraan berat akan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Selain itu, patroli rutin juga dilakukan guna mencegah tindak kriminal yang kerap meningkat selama musim mudik, seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan.

Tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, Operasi Ketupat juga menitikberatkan keselamatan pemudik melalui pemeriksaan kendaraan dan pengemudi, serta edukasi kepada masyarakat agar berkendara dengan aman.

“Secara khusus, kami dari Baharkam Polri membuat dua ambulans udara yang digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik. Namun ini baru ditempatkan di Pulau Jawa,” demikian Karyoto.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya