Berita

Ilustrasi/Freepik.

Nusantara

Tips Traveling Saat Puasa Agar Tetap Bugar dan Nyaman di Perjalanan

SELASA, 10 MARET 2026 | 13:18 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Bepergian atau traveling di bulan suci sering kali dianggap sebagai tantangan berat bagi sebagian wisatawan muslim.

Di satu sisi, ada dorongan kuat untuk mengeksplorasi destinasi baru atau keharusan menuntaskan perjalanan bisnis. Di sisi lain, menahan dahaga dan lapar di tengah mobilitas tinggi menuntut stamina ekstra.

Meskipun demikian, dengan persiapan medis dan mental yang presisi, perjalanan di bulan Ramadan justru bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam.


Memahami tips traveling saat puasa yang komprehensif adalah kunci utama agar kondisi fisik tidak drop, agenda jalan-jalan tetap lancar, dan kualitas ibadah terjaga dengan khusyuk.

Fondasi Fisik Selama Perjalanan

Ketika bepergian, metabolisme tubuh akan bekerja lebih keras dan membakar lebih banyak cairan. Oleh karena itu, mengatur nutrisi perjalanan puasa saat sahur dan berbuka bukanlah sekadar anjuran, melainkan kewajiban untuk menjaga ketahanan fisik.

Pilih karbohidrat kompleks saat sahur. Hindari makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti makanan terlalu manis) yang membuat lonjakan gula darah turun drastis dan memicu rasa lapar lebih cepat.

Pilihlah oatmeal, nasi merah, gandum, atau sumber protein tanpa lemak yang melepaskan energi secara perlahan sepanjang perjalanan.

Fokus pada hidrasi saat perjalanan. Kunci utama mencegah kelelahan otot dan hilangnya konsentrasi ada pada manajemen cairan tubuh.

Para ahli nutrisi olahraga menegaskan bahwa individu yang berpuasa harus memaksimalkan waktu malam (antara berbuka hingga sahur) untuk mengonsumsi nutrisi dan cairan yang menunjang performa aktivitas fisik esok harinya.

Terapkan pola minum 2-4-2, yakni meminum dua gelas saat berbuka, empat gelas secara berkala sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur guna mencegah dehidrasi di perjalanan.

Manajemen Itinerary dan Waktu Eksplorasi

Kelelahan ekstrem saat liburan sering kali disebabkan oleh penyusunan jadwal yang terlalu ambisius. Manajemen waktu Ramadan saat traveling membutuhkan penyesuaian yang taktis dan cerdas:

1. Pilih Waktu Aktivitas yang Tepat

Lakukan eksplorasi wisata outdoor, pendakian ringan, atau aktivitas jalan kaki di pagi hari saat cadangan energi hasil sahur masih penuh.

Alternatif lainnya adalah melakukan aktivitas pada sore hari (ngabuburit) sehingga Anda bisa langsung mengembalikan cairan tubuh begitu waktu magrib tiba. Hindari aktivitas di bawah terik matahari tepat di siang bolong.

2. Sisipkan Waktu Istirahat Siang

Penelitian dan meta-analisis mengonfirmasi bahwa puasa pada bulan Ramadan pada dasarnya tidak menurunkan sebagian besar parameter performa fisik secara drastis, asalkan kesempatan tidur dan nutrisi dioptimalkan guna meminimalkan akumulasi kelelahan.

Mengambil jeda untuk tidur siang (power nap) selama 30 hingga 45 menit di hotel atau area istirahat sangat krusial untuk memulihkan fungsi kognitif tubuh Anda.

Aspek Psikologis & Kualitas Ibadah di Tengah Mobilitas

Pada hakikatnya, traveling adalah kegiatan safar yang memiliki keutamaan dan keringanan tersendiri dalam Islam. Menjaga kualitas ibadah di tengah padatnya mobilitas membutuhkan kesiapan psikologis.

Siapkan "travel kit" ibadah. Selalu bawa sajadah lipat ringan, mukena/sarung, dan pastikan aplikasi penunjuk arah kiblat serta jadwal salat lokal sudah terpasang di smartphone Anda. Persiapan ini akan sangat memudahkan Anda beribadah di mana saja, baik di bandara transit maupun di sudut stasiun.

Manfaatkan rukhsah (keringanan) secara bijak. Agama Islam memberikan kemudahan bagi musafir.

Jika perjalanan dirasa sangat menguras tenaga dan berisiko terhadap kesehatan, Anda diperbolehkan untuk membatalkan puasa dan menggantinya di luar bulan Ramadan. Jangan memaksakan diri hingga membahayakan nyawa.

Perkaya nilai spiritual. Ubah paradigma liburan dari sekadar rekreasi duniawi menjadi momen bertafakur melihat luasnya bumi dan kebesaran ciptaan Tuhan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya