Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Rusia Siap Pasok Kembali Minyak dan Gas ke Eropa

SELASA, 10 MARET 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya siap kembali memasok minyak dan gas ke Eropa di tengah lonjakan harga energi global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Putin mengatakan Rusia tetap membuka peluang kerja sama dengan negara-negara Eropa yang sebelumnya menghentikan pembelian energi dari Moskow. Banyak negara di Uni Eropa memang berusaha mengurangi ketergantungan pada energi Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina dan penerapan sanksi dari negara-negara Barat.

Menurut Putin, Rusia tidak menutup pintu bagi pelanggan lama di Eropa jika mereka ingin kembali menjalin kerja sama jangka panjang tanpa tekanan politik.


"Jika perusahaan dan pembeli Eropa memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama jangka panjang yang stabil, bebas dari tekanan politik, maka kami tidak pernah menolaknya. Kami siap bekerja sama dengan orang Eropa," ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 10 Maret 2026.

Situasi pasar energi global semakin tegang setelah konflik di Timur Tengah mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Pengiriman energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia, dilaporkan terhenti akibat eskalasi perang.

Dalam rapat dengan pejabat pemerintah dan pimpinan perusahaan energi nasional, Putin juga meminta perusahaan Rusia memanfaatkan situasi ini. Menurutnya, terganggunya pasokan energi global bisa membuka peluang baru bagi Rusia untuk meningkatkan penjualan minyak dan gas.

Sebelum perang Ukraina, lebih dari 40 persen gas yang digunakan Eropa berasal dari Rusia. Namun setelah sanksi diberlakukan oleh Uni Eropa dan negara-negara G7, porsi tersebut turun drastis hingga sekitar 13 persen pada 2025.

Lonjakan harga energi saat ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat melonjak lebih dari 30 persen dan menyentuh lebih dari 119 Dolar AS per barel, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya