Berita

Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto. (Foto: Dokumentasi Fraksi Golkar)

Politik

Legislator Golkar Dorong Percepatan Diversifikasi Impor Energi

SENIN, 09 MARET 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius terhadap stabilitas energi nasional.

Pasalnya, jalur strategis tersebut dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG dunia. Jika terjadi gangguan, maka berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto, menilai pemerintah perlu merespons situasi tersebut secara cepat dan strategis.


Ia merujuk pada pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut sekitar 20-25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz.

“Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gangguan distribusi dan fluktuasi harga global yang dapat berdampak langsung pada APBN,” kata Firnando kepada wartawan di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Meski demikian, Legislator Golkar ini mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga kepastian suplai energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Firnando juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dari kawasan Timur Tengah yang masih cukup besar, yakni sekitar 30 persen dari total kebutuhan nasional. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu segera mencari alternatif pemasok dari kawasan lain.

Meski pemerintah memastikan pasokan energi domestik masih aman untuk beberapa minggu ke depan, Firnando mengingatkan agar langkah mitigasi jangka pendek tetap diimbangi dengan strategi struktural jangka panjang.

Ia mendorong Pertamina untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan sekaligus memperluas jaringan perdagangan energi yang lebih beragam guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan.

Di sisi lain, Firnando menegaskan situasi geopolitik saat ini harus dijadikan momentum untuk mempercepat penguatan produksi minyak dan gas dalam negeri serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan.

“Diversifikasi impor hanyalah solusi taktis, sementara kemandirian dan ketahanan energi nasional adalah strategi jangka panjang yang akan menentukan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” demikian Firnando.


Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya