Berita

Ilustrasi pengisian BBM di Filipina. (Foto: CBN News)

Dunia

Filipina Terapkan Sistem Kerja 4 Hari Antisipasi Lonjakan BBM

SENIN, 09 MARET 2026 | 13:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan sebagai langkah penghematan energi di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

Kebijakan tersebut diumumkan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada akhir pekan kemarin untuk seluruh instansi pemerintah. Marcos menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk mengurangi dampak ekonomi dari konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang memicu kenaikan harga energi global.

Meski demikian, petugas layanan garda depan seperti tenaga kesehatan, polisi, dan pemadam kebakaran dikecualikan dari penerapan sistem kerja empat hari tersebut.


Ia memperingatkan, jika jalur pelayaran strategis Selat Hormuz benar-benar terganggu, harga bahan bakar di Filipina diperkirakan melonjak mulai pekan depan. Kenaikan diprediksi mencapai 7,48 peso per liter untuk bensin, 17,28 peso untuk solar, dan 32,35 peso untuk minyak tanah.

“Kita adalah korban perang yang bukan pilihan kita. Tetapi kita (pemerintah) akan mengendalikan bagaimana kita akan melindungi rakyat Filipina,” kata Marcos dalam pernyataannya, dikutip GMA Network, Senin, 9 Maret 2026.

Filipina merupakan negara yang sangat bergantung pada impor minyak mentah, terutama dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, pembangkit listrik berbahan bakar minyak masih memainkan peran penting dalam pasokan listrik nasional.

Selain menerapkan sistem kerja empat hari, pemerintah juga memerintahkan seluruh instansi negara memangkas konsumsi listrik dan bahan bakar antara 10 hingga 20 persen.

Berbagai kegiatan yang dianggap tidak mendesak juga dihentikan sementara, seperti studi banding, kegiatan team building, hingga perjalanan dinas yang tidak penting. Pertemuan yang masih bisa dilakukan secara daring juga diwajibkan beralih ke virtual.

Marcos juga meminta parlemen memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menurunkan pajak cukai produk minyak apabila harga minyak mentah dunia menembus 80 dolar AS per barel. 

Selain itu, pemerintah berencana menyesuaikan aturan biofuel agar bioetanol yang lebih murah dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar.

Serangkaian inisiatif ini bertujuan untuk secara langsung mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengatasi tekanan finansial dan operasional yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak.

Di sisi lain, pemerintah Filipina juga menyiapkan subsidi bahan bakar dan bantuan tunai bagi sektor yang paling terdampak oleh lonjakan harga energi.

Marcos menegaskan kebijakan kerja empat hari ini bersifat sementara. Namun ia juga belum mengumumkan kapan kebijakan tersebut akan dihentikan.

Sementara itu, harga minyak dunia sendiri pada pagi ini telah tembus di atas 100 Dolar AS per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 telah melonjak 18,35 Dolar AS atau 19,8 persen ke 111,04 Dolar AS per barel.

Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik 16,50 Dolar AS atau 18,2 persen menjadi 107,40 Dolar AS per barel.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya