Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: AA)

Dunia

Trump: Penerus Khamenei Tidak Akan Bertahan Lama Tanpa Persetujuan AS

SENIN, 09 MARET 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Washington. 

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu waktu setempat, 8 Maret 2026.

Trump menegaskan bahwa siapa pun yang menggantikan pemimpin tertinggi Iran harus mendapatkan restu dari AS agar dapat mempertahankan kekuasaannya.


“Pemimpin Iran baru mana pun akan membutuhkan persetujuan AS atau 'tidak akan bertahan lama',’” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa sikap tersebut diambil agar AS tidak kembali menghadapi konflik yang sama dengan Iran di masa depan, khususnya terkait potensi program nuklir negara tersebut.

“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.

Pernyataan Trump langsung dikecam oleh pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi merupakan urusan internal rakyat Iran dan tidak boleh dicampuri pihak asing.

“Memilih pemimpin negara selanjutnya sepenuhnya merupakan urusan rakyat Iran," kata Araghchi.

Di tengah polemik tersebut, Iran telah resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel pada awal konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Penunjukan diumumkan oleh Assembly of Experts atau Majelis Pakar pada Minggu, 8 Maret 2026, lebih dari sepekan setelah konflik besar di Timur Tengah pecah.

Mojtaba sebenarnya telah lama disebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya. Selama bertahun-tahun, diplomat Barat menggambarkannya sebagai figur berpengaruh di balik layar dalam lingkaran kekuasaan Iran. 

Ia bekerja di kantor pemimpin tertinggi di Teheran dan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan politik serta keamanan negara.

Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi merupakan jabatan paling berkuasa. Posisi tersebut memiliki kewenangan terakhir atas kebijakan negara, menjadi panglima tertinggi militer, serta mengendalikan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Dengan penunjukan ini, Mojtaba juga akan memegang kendali atas program nuklir Iran, termasuk cadangan uranium yang diperkaya tinggi yang berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir. Ia mengambil alih kekuasaan di tengah perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Penunjukkan putra Ali Khamenei memicu perdebatan karena Iran pada dasarnya didirikan untuk menentang sistem monarki turun-temurun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya