Berita

Pakistan naikkan harga BBM 20 persen (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Express News)

Dunia

Efek Domino Perang Iran: Pakistan Naikkan Harga BBM 20 Persen

SABTU, 07 MARET 2026 | 10:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Pakistan resmi menaikkan harga bensin dan solar sekitar 20 persen menyusul lonjakan tajam harga minyak dunia akibat konflik di Iran yang memicu gejolak di pasar energi global.

Kenaikan tersebut setara dengan 55 rupee per liter untuk bensin dan solar. Pemerintah mengatakan langkah ini terpaksa dilakukan untuk menjaga pasokan energi tetap stabil di dalam negeri.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki cadangan energi yang cukup. Namun lonjakan harga global membuat penyesuaian harga domestik tidak dapat dihindari.


“Kami menaikkan harga bensin dan diesel masing-masing sebesar 55 rupee per liter. Jika situasi mereda, harga akan segera kami turunkan dengan kecepatan yang sama,” kata Malik pada Jumat, dikutip dari Arab News, Sabtu 7 Maret 2026.

Pemerintah juga menegaskan akan menindak tegas pihak yang menimbun bahan bakar atau mencoba memanipulasi pasokan untuk meraup keuntungan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb mengatakan pemerintah telah membentuk komite khusus untuk memantau perkembangan harga minyak global. Komite ini menilai dampaknya terhadap inflasi, cadangan devisa, dan kondisi ekonomi Pakistan secara keseluruhan.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, Pakistan memang rentan terhadap gejolak harga minyak dunia. Setiap lonjakan harga biasanya langsung berdampak pada inflasi dan biaya hidup masyarakat.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pekan lalu memicu aksi balasan di kawasan. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran gangguan pada jalur pengiriman energi global.

Akibatnya, harga minyak dunia naik tajam dari sekitar 78 Dolar AS per barel pada 1 Maret menjadi lebih dari 106 Dolar AS per barel. Bahkan harga diesel internasional dilaporkan mencapai sekitar 150 Dolar AS per barel.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya