Berita

Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia di bulan Ramadan (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Entertainment

Lima Rekomendasi Tempat Ngabuburit Favorit di Kuala Lumpur

JUMAT, 06 MARET 2026 | 20:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ramadan menghadirkan nuansa berbeda di berbagai sudut kota Kuala Lumpur. Menjelang waktu berbuka, sejumlah ruang publik hingga kawasan bersejarah berubah menjadi tempat favorit warga dan wisatawan untuk menghabiskan waktu menanti azan magrib.

Lanskap kota yang memadukan bangunan bersejarah, arsitektur modern, hingga ruang terbuka yang tertata rapi menjadikan ibu kota Malaysia ini menawarkan pengalaman ngabuburit yang tak kalah menarik dibanding kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara.

Bagi pelancong yang ingin merasakan atmosfer Ramadan sambil menjelajah ikon kota, berikut beberapa lokasi yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana sore yang hangat di Kuala Lumpur.


1. Gerbang Istana Negara

Gerbang utama Istana Negara yang berada di Jalan Tuanku Abdul Halim menjadi salah satu destinasi yang kerap disinggahi wisatawan saat berkeliling Kuala Lumpur. Kompleks istana berkubah emas yang megah ini merupakan kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong, Raja Malaysia yang menjadi simbol persatuan negara.

Meski pengunjung tidak dapat memasuki area istana, suasana di pelataran gerbang tetap ramai oleh wisatawan yang ingin mengabadikan momen dengan latar bangunan istana yang megah. Penjaga istana yang berdiri tegap dengan seragam resmi dan kuda yang terlatih menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

2. Seri Negara

Tak jauh dari pusat kota berdiri bangunan bersejarah Seri Negara yang menyimpan kisah panjang perjalanan Malaysia menuju kemerdekaan. Gedung bergaya kolonial ini merupakan salah satu peninggalan penting era pemerintahan Inggris yang hingga kini tetap terawat dengan baik.

Arsitektur klasik dengan pilar-pilar kokoh serta fasad bangunan yang elegan memberikan nuansa historis yang kuat begitu pengunjung memasuki kawasan ini. 

Setelah melalui proses renovasi, Seri negara akhirnya dibuka untuk publik sejak Desember 2025. Di dalam gedung, terdapat beberapa galeri yang menampilkan arsip, foto dokumenter, serta berbagai narasi mengenai perkembangan politik, sosial, dan budaya Malaysia dari masa ke masa.

Bagi wisatawan, tempat ini bukan sekadar ruang pamer sejarah, tetapi juga lokasi yang nyaman untuk menikmati suasana kota dengan tempo yang lebih tenang. 

Setelah menyusuri galeri, pengunjung dapat bersantai di kafe yang berada di area kompleks sambil menikmati hidangan ringan dan minuman hangat. Atmosfer klasik yang dipadukan dengan keramahan pelayanan membuat tempat ini cocok untuk bersantai sebelum waktu berbuka tiba.

3. River of Life


Salah satu ruang publik paling populer di Kuala Lumpur adalah kawasan River of Life. Proyek revitalisasi sungai yang digagas pemerintah Malaysia ini mengubah kawasan pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak menjadi destinasi wisata urban yang modern dan ramah bagi pejalan kaki.

Jalur pedestrian yang luas dilengkapi dengan bangku-bangku santai, tata lampu artistik, serta pemandangan sungai yang tertata rapi. 

Pada sore hari, banyak pengunjung memanfaatkan area ini untuk berjalan kaki, menikmati angin sepoi-sepoi, atau sekadar duduk santai sambil berbincang bersama teman dan keluarga.

Dari kawasan ini pula tampak Masjid Jamek Sultan Abdul Samad yang berdiri anggun di pertemuan dua sungai. Arsitektur masjid yang khas dengan kubah dan menara yang menjulang menambah daya tarik visual kawasan tersebut. 

Ketika malam tiba, cahaya lampu berwarna biru yang memantul di permukaan air menciptakan suasana romantis yang menjadikan River of Life sebagai salah satu spot foto paling populer di kota ini.

4. Masjid Negara


Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Ramadan yang lebih religius, Masjid Negara menjadi tempat yang sangat layak dikunjungi. Masjid nasional Malaysia ini berdiri megah dengan arsitektur modern yang menjadi salah satu ikon kota Kuala Lumpur.

Ciri khas masjid ini terlihat pada kubah berbentuk bintang dengan 18 sudut yang melambangkan 13 negara bagian Malaysia dan lima rukun Islam. Menara masjid yang tinggi menjulang menambah kesan monumental dari bangunan tersebut.

Memasuki kawasan masjid, pengunjung akan disambut halaman luas yang rindang dan tertata rapi. Area ini sering dimanfaatkan wisatawan maupun warga lokal untuk duduk santai, menenangkan diri, atau sekadar beristirahat setelah seharian menjelajah hiruk-pikuk kota. 

Tak jauh dari kawasan masjid, berdiri bangunan bersejarah Railway Administration Building yang juga menarik untuk dijelajahi. Arsitekturnya yang klasik dan megah sering menjadi latar favorit wisatawan untuk berfoto, sekaligus melengkapi pengalaman menjelajah kawasan bersejarah di sekitar Masjid Negara.

5. Bangunan Sultan Abdul Samad


Ikon sejarah lain yang tak kalah memikat adalah Sultan Abdul Samad Building yang berdiri megah di pusat kota. Gedung ini dibangun pada akhir abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Inggris dan pernah difungsikan sebagai pusat administrasi British Malaya.

Arsitektur bergaya Moorish yang ditampilkan melalui lengkungan-lengkungan khas, kubah tembaga yang berkilau, serta deretan pilar yang kokoh membuat bangunan ini memiliki karakter visual yang sangat kuat. Menara jam setinggi sekitar 40 meter yang berada di bagian tengah gedung menjadi salah satu penanda ikonik lanskap Kuala Lumpur.

Menjelang senja, cahaya matahari yang mulai meredup memantul di fasad bangunan berwarna pink-putih, menciptakan panorama yang memikat. Tak heran jika banyak wisatawan berhenti di kawasan ini untuk berfoto atau sekadar duduk menikmati suasana kota.

6. Dataran Merdeka


Tepat di depan Bangunan Sultan Abdul Samad terbentang hamparan lapangan luas Dataran Merdeka yang menjadi salah satu situs bersejarah paling penting di Malaysia. Di tempat inilah bendera nasional Malaysia pertama kali dikibarkan pada 31 Agustus 1957 sebagai simbol lahirnya negara merdeka.

Kini Dataran Merdeka tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. Jalur pedestrian yang luas, taman yang tertata rapi, serta panorama bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya menjadikan kawasan ini tempat yang nyaman untuk berjalan santai atau duduk menikmati suasana kota.

Pada bulan Ramadan, lapangan ini kerap dipenuhi warga dan wisatawan yang datang untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka. Dalam beberapa kesempatan, kawasan ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan iftar akbar yang menghadirkan ribuan orang duduk lesehan bersama di atas tikar, menikmati hidangan berbuka dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya