Berita

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Haji 2026 Terancam, DPR Sarankan Pemerintah Siapkan Langkah Force Majeure

JUMAT, 06 MARET 2026 | 15:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seiring memanasnya konflik di Timur Tengah akibat eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat, situasi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, termasuk Arab Saudi sebagai tujuan utama ibadah haji.

Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah menyiapkan langkah-langkah taktis dan strategis dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji 2026.

“Langkah-langkah yang diambil itu bisa berupa berbagai alternatif,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.


Menurut Marwan, jika pemerintah menempuh kebijakan paling aman untuk jamaah haji Indonesia, opsi paling ekstrem adalah tidak memberangkatkan haji 2026. Hal ini dikarenakan eskalasi konflik sulit diprediksi.

“Tetapi dari sisi psikologis dan keagamaan, itu mungkin agak berat,” ujar legislator PKB ini.

Jika pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan haji pada 2026, pemerintah harus dapat meyakinkan berbagai pihak penyedia layanan haji agar tidak merugi.

“Tidak loss. Force majeure-lah. Force majeure itu berapa persen, itu yang ingin kita dorong pemerintah, supaya yang sudah disetorkan kewajiban pemerintah itu tidak hilang semua,” kata Marwan.

Kendati demikian, jika pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjamin keselamatan jamaah dan tetap memberangkatkan haji 2026, maka segala persiapan harus matang.

“Misalnya berangkat, tapi tiba-tiba di sana tidak bisa pulang karena eskalasi meningkat lagi setelah sempat mereda. Pertama, harus menghitung biaya yang harus ditanggung oleh jamaah, dan tentu jamaah tidak mungkin dibebani. Semua itu harus dikaji ulang, termasuk cara menempatkan jamaah di Arab Saudi,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya