Berita

Anies Baswedan. (Foto:RMOL)

Politik

Serangan ke Iran Jadi Momentum Indonesia Keluar dari BoP

JUMAT, 06 MARET 2026 | 09:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP (Board of Peace) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, kritik tersebut datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Permintaan ini disampaikan Anies lewat video yang diunggah ke akun Instagram resminya. Mulanya Anies mengingatkan bahwa Indonesia lahir dari penolakan terhadap penjajahan.  

“Di pembukaan UUD 45, kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Anies dikutip Jumat, 6 Maret 2026.


Menurutnya Indonesia mewarisi reputasi sebagai suara dunia ketiga yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional saat mempelopori Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.

Mantan Capres 2024 itu lantas mempertanyakan keikutsertaan Indonesia dalam BoP yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Secara tertulis BoP memang menjanjikan perdamaian. Namun Donald Trump justru memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel. Serangan itu dilakukan tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang justru memakan korban jiwa sampai setingkat kepala negara.

“Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?” kata Anies.

Atas dasar itu, Anies berpendapat prinsip bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Melainkan kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip RI yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan, bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya. 

“Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas, maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri,” ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya