Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekuitas Eropa Anjlok Tergerus Eskalasi Konflik Timur Tengah

JUMAT, 06 MARET 2026 | 06:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis 5 Maret 2026 waktu setempat, menghapus reli hari sebelumnya akibat kekhawatiran investor terhadap meluasnya konflik di Timur Tengah. 

Ketegangan yang menyeret negara-negara Teluk memicu kekhawatiran lonjakan harga energi dan gangguan jalur pelayaran global.

STOXX 600 melorot 1,29 persen ke level 604,83, menjadi penurunan harian tertajam dalam tiga bulan.


DAX Jerman anjlok 1,61 persen ke 23.815,75. FTSE 100 Inggris menyusut 1,45 persen ke 10.413,94. Sedangkan CAC 40 Prancis turun 1,49 persen ke 8.045,80.

Sektor industrimenjadi beban terberat dengan pelemahan sekitar 2,4 persen. Sementara sektor kedirgantaraan dan Pertahanan merosot 4,2 persen, mencatat koreksi harian terdalam sejak April. 

Saham Rolls-Royce dan Rheinmetall masing-masing anjlok lebih dari 5 persen.

Sektor energi dan logistik 6 persen. Saham DHL Group merosot 4,6 persen akibat penurunan laba operasional.

Saham sector tambang jatuh 3,8 persen menyusul penurunan harga logam, disusul sektor perbankan yang melemah 1,7 pesen.

Konflik yang berkepanjangan memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga 2026 untuk meredam risiko inflasi dari biaya energi. 

Analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi selama belum ada kepastian penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya