Berita

Ilustrasi

Bisnis

Pengelolaan DHE SDA Kini Bisa Dipantau Real-Time Lewat Kopra by Mandiri

KAMIS, 05 MARET 2026 | 18:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bank Mandiri terus memperkuat perannya dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan meningkatkan kapabilitas operasional dan solusi bisnis bagi pelaku usaha. 

Kini, melalui Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, Bank Mandiri menghadirkan solusi terintegrasi yang memudahkan eksportir dalam memantau, mengelola, dan memastikan kepatuhan terhadap penempatan DHE SDA pada Rekening Khusus (Reksus) sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025, DHE SDA merupakan devisa yang berasal dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau pengolahan sumber daya alam yang wajib ditempatkan dalam sistem keuangan nasional melalui mekanisme tertentu. 


Dalam implementasinya, pengelolaan DHE SDA memerlukan ketelitian administrasi dan pemantauan transaksi yang konsisten agar perusahaan dapat menjaga kepatuhan sekaligus mengoptimalkan arus kas. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Kopra by Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker yang dirancang untuk memberikan visibilitas menyeluruh atas transaksi incoming ke Rekening Khusus DHE SDA. Melalui fitur ini, perusahaan dapat memantau dana yang masuk secara real-time sehingga proses rekonsiliasi dan pencatatan menjadi lebih akurat, cepat, dan efisien. 

Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri Yohan Sugiono mengatakan, dengan inovasi berkelanjutan, perusahaan memastikan pengelolaan DHE SDA tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi bagi eksportir. 

“Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri mendukung eksportir Indonesia tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global,” ujar Yohan dalam keterangan tertulis, Kamis 5 Februari 2026.
 
Melalui fitur DHE Tracker, eksportir memperoleh berbagai kemudahan dalam mendukung operasional bisnisnya. Pelaporan maupun pemeriksaan, seluruh informasi tersaji dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan dan duplikasi data.

Salah satu keunggulan utama fitur ini adalah kemampuan self-flagging, yang memungkinkan perusahaan mengategorikan dana yang diterima berdasarkan jenisnya, seperti hasil ekspor minyak dan gas, non-minyak dan gas, maupun transaksi lainnya sesuai ketentuan. 

Pengelompokan tersebut membantu tim keuangan dalam menyusun laporan internal, mendukung proses audit, serta memastikan pemenuhan kewajiban regulasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.

Sistem juga dilengkapi dengan notifikasi otomatis setiap kali terdapat dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Informasi tersebut dapat diakses langsung melalui platform Kopra, sehingga perusahaan tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual secara berkala.

Dengan pendekatan yang lebih proaktif ini, pengawasan arus devisa menjadi lebih responsif dan memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan keuangan. 

Selain itu, laporan transaksi incoming dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi, memudahkan perusahaan dalam menyimpan arsip dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk kebutuhan pelaporan maupun pemeriksaan.

Dengan pemantauan yang transparan, pengelompokan transaksi yang sistematis, serta kemudahan akses informasi, DHE Tracker pada Kopra by Mandiri menjadi mitra strategis perusahaan dalam menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
 
Melalui inovasi ini, Bank Mandiri tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan solusi yang memperkuat tata kelola keuangan eksportir. Langkah ini menegaskan peran aktif Bank Mandiri dalam mendorong penguatan ekosistem ekspor Indonesia melalui transformasi digital yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha.

“Kehadiran DHE Tracker semakin memperkuat peran Kopra by Mandiri sebagai enabler transformasi digital sektor wholesale, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Yohan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya