Berita

Kunjungan China National Rice Research Institute (CNRRI) sebagai tindak lanjut kerja sama riset RI-Tiongkok di bidang pertanian. (Foto: Tim Kementerian Transmigrasi)

Nusantara

Kolaborasi RI-Tiongkok Fokus Benahi Manajemen dan Hilirisasi Padi

KAMIS, 05 MARET 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peningkatan produktivitas dan mutu padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menjadi fokus rapat pertemuan antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Daerah, China National Rice Research Institute (CNRRI), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Pertemuan ini membahas tantangan teknis budidaya, penguatan irigasi, hingga kebutuhan teknologi pascapanen untuk mendorong daya saing beras Merauke. Mewakili Kementerian Transmigrasi, Dewi Nurini menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama riset RI-Tiongkok di bidang pertanian.

“Tujuan kami kemari adalah salah satu tindakan kunjungan Menteri Transmigrasi ke Cina pada tahun 2025, guna mendukung peningkatan produksi padi dalam rangka penguatan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya pada kawasan transmigrasi yang memiliki potensi pengembangan pertanian yaitu di Kawasan Transmigrasi Salor,” ujar Dewi Nurini lewat keterangan resminya, Kamis, 5 Maret 2026.


Dari sisi potensi, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyampaikan bahwa total pengembangan sawah di Merauke mencapai sekitar 81.000 hektare melalui optimalisasi lahan dan program cetak sawah rakyat. 

Pada 2025, luas panen meningkat 68%, produksi gabah dan beras naik 66,4%, serta indeks pertanaman meningkat dari 155 menjadi 209. Saat ini Merauke mengalami surplus beras, namun menghadapi tantangan pada sektor hilirisasi seperti keterbatasan dryer (pengering), rice milling unit (RMU), silo, dan gudang penyimpanan.

Perwakilan CNRRI Zhonghua Sheng, menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas padi memerlukan pendekatan terpadu.

“Saya lihat disitu memang manajemennya itu butuh ditingkatkan. Kita harus punya SOP (Standar Operasional Prosedur), standarisasi pengolahan, perawatan dari petani yang standar,” ujarnya.

Rapat bersama ini menghasilkan komitmen untuk memperkuat riset dan pengembangan padi secara berkelanjutan, dengan menempatkan masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua, sebagai pelaku utama dalam program cetak sawah rakyat serta mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Kolaborasi ini diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembenahan manajemen dan penguatan hilirisasi agar beras Merauke memiliki kualitas yang konsisten, efisien dalam pengolahan, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya