Ilustrasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Foto: X)
Ilustrasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Foto: X)
KRISIS di Timur Tengah kini berkembang ke krisis pasokan energi karena blokade Iran atas Selat Hormuz. Banyak orang kini menyadari bahwa 70 persen perdagangan dunia dilakukan melalui laut, sementara 20 persen perdagangan migas harus diangkut melalui Selat Hormuz. Dikhawatirkan harga minyak akan meroket melebihi 120 Dolar AS per barel.
Tidak banyak yang menyadari bahwa semua negara memiliki kepentingan maritim. Permukaan planet bumi ini 70 persennya adalah laut. Angkutan laut adalah angkutan yang paling efisien, dan paling berkelanjutan. Jika perdagangan barang-barang dilakukan melalui jalan dan kereta api, maka harga-harga barang yang kita nikmati saat ini akan jauh lebih mahal, dan standar hidup manusia modern tidak akan setinggi sekarang.
Perdagangan, serta pembiayaannya (trade and commerce) adalah sumber kemakmuran setiap bangsa. Perdagangan yang efisien akan menyediakan lebih banyak ragam barang yang bisa dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau. China sebagai manufacturer of the world selama 20 tahun terakhir ini, kini sebagai negara benua telah memutuskan untuk menjadi transporter of the world dengan membangun armada kapal nasional untuk melayani impor dan ekspor produk-produk China.
Populer
Senin, 02 Maret 2026 | 06:59
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20
Senin, 02 Maret 2026 | 18:54
Senin, 23 Februari 2026 | 03:31
Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07
UPDATE
Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39
Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15
Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59
Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39
Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15
Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59
Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40
Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21
Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55
Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33