Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Bahlil Beberkan Alasan Stok Minyak RI Hanya Cukup 23 Hari

RABU, 04 MARET 2026 | 22:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan kondisi stok energi nasional yang saat ini hanya mencukupi untuk 23 hari. 

Hal itu disampaikan Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 4 Februari 2026. 

Bahlil menegaskan, kapasitas penyimpanan BBM Indonesia tidak melebihi 25 hari. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), stok energi saat ini berada di kisaran 23 hari, masih di atas standar minimum nasional yakni 20-21 hari.


“Itu kemampuan kita. Jadi standar nasionalnya minimal 20 sampai 21 hari, standar minimal. Maksimalnya di angka 25 hari. Nah kita itu di sekitar kemarin, kita dapat sama Pertamina, kita dapat Dewan Energi Nasional, itu rata-rata di 22 sampai 23 hari," paparnya.

Menurut Bahlil, keterbatasan tersebut bukan karena pemerintah tidak mampu menyiapkan stok lebih banyak, melainkan karena kapasitas storage yang tersedia memang terbatas. 

Sejalan dengan hal itu, Bahlil menjelaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan penambahan storage BBM secepat mungkin untuk memastikan ketahanan energi Indonesia. 

“Storage-nya nggak cukup. Nah sekarang ini pemerintah dibawah arahan Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada,” jelasnya.

Mengenai durasi pembangunan fasilitas penyimpanan baru, Bahlil optimistis rencana tersebut bisa rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. 

“Insya Allah rencana sampai dengan 3 bulan. Inilah standar minimum konsensus daripada global. Ya, gitu ya,” kata dia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya