Berita

Momen pertemuan Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa, 3 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Forbes)

Dunia

Jerman Buka Akses Pangkalan Militer untuk Amerika

RABU, 04 MARET 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jerman secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap Amerika Serikat (AS) dalam konflik yang meluas melawan Iran. Dukungan itu ditegaskan langsung oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Selasa, 3 Maret 2026, waktu setempat.

Salah satu bentuk dukungan konkret Berlin adalah memberikan akses kepada pasukan AS untuk menggunakan pangkalan militer tertentu di wilayah Jerman.

“Mereka mengizinkan kami mendarat di wilayah tertentu, dan kami menghargainya. Kami tidak meminta mereka menempatkan pasukan di lapangan,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dikutip dari AFP, Rabu 4 Maret 2026.


Langkah ini menempatkan Jerman sebagai salah satu sekutu utama AS di Eropa dalam operasi militer yang semakin intens di Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Merz menegaskan bahwa Jerman dan AS memiliki tujuan yang sama terkait Iran. “Kami sepakat dalam hal menyingkirkan rezim mengerikan di Iran ini, dan kami akan membicarakan hari setelahnya,” ujarnya.

Awalnya, agenda pertemuan Merz dan Trump diperkirakan akan membahas perdagangan dan hubungan transatlantik. Namun, perang di Iran akhirnya menjadi isu utama.

Trump memuji Merz sebagai “pemimpin yang luar biasa” dan menyebut hubungan keduanya sangat baik. Sikap ini berbeda dibanding hubungannya dengan mantan Kanselir Angela Merkel, yang kerap berselisih dengan Trump terkait kebijakan imigrasi dan energi.

Selain Iran, kedua pemimpin juga membahas perang Rusia-Ukraina. Merz menegaskan bahwa Ukraina tetap menjadi prioritas utama Eropa dan menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah serta kepentingan keamanannya.

Kunjungan Merz ini menjadi yang pertama dari pemimpin Eropa ke Washington sejak meningkatnya eskalasi konflik dengan Iran, sekaligus menegaskan posisi Jerman sebagai mitra strategis utama AS di tengah krisis global yang kian memanas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya