Berita

Serangan Israel dibantu Amerika Serikat ke Iran, Sabtu 28 Februari 2026. (Foto: Antara)

Publika

Bersiap Harga BBM Meledak

RABU, 04 MARET 2026 | 12:48 WIB

KITA update perang Iran vs Israel-AS, 3 Maret 2026. Apa saja yang terjadi? Iran masih perkasa. Belum ada tanda-tanda takluk. Begitu juga Israel-AS, tak mau dipencundangi Persia. 

Iran masih berdiri dengan dada dibusungkan, kumis imajiner bergetar diterpa badai sanksi. Israel-AS juga ogah kelihatan kalah. Dua kubu sama-sama pasang muka “kami baik-baik saja”, padahal denyut nadi geopolitik sudah seperti drummer metal kerasukan.

Adegan pembuka, Selat Hormuz. Arteri emas minyak dunia yang biasanya sibuk seperti Pasar Flamboyan jelang Lebaran, tiba-tiba dikunci IRGC seperti bos mafia menyegel gudang. 


Ebrahim Jabari teriak lantang, “Tutup total!” Lebih dari 150 tanker super raksasa berjejer di luar, AIS dimatikan, seperti paus-paus raksasa antre masuk surga tapi gerbangnya digembok. 

Pro-Barat bilang “efektif tertutup meski secara hukum masih perairan internasional.” Pro-Iran jawab, “Balasan sah. Tak setetes pun minyak keluar sebelum agresor kapok.” 

Harga Brent melonjak seperti roket Elon Musk kehilangan rem. Prediksi BBM di Indonesia bisa naik sampai 50 persen. Kita semua mendadak merasa kaya karena angka nol di struk SPBU bertambah… lalu sadar dompet kosong. Epik? Tidak. Ini Mad Max versi nyata.

Cut ke Dubai. Kota yang biasanya jadi altar selfie influencer dengan latar Burj Khalifa, mendadak berubah jadi panggung ledakan. 

Ratusan drone Iran datang seperti kawanan lebah tersinggung. Burj Al Arab tertutup asap, Fairmont The Palm terbakar hebat, serpihan rudal jatuh di sekitar Dubai International Airport, dan Jebel Ali Port berasap seperti adegan akhir film kiamat. 

UAE klaim 186 rudal balistik dan 812 drone dihancurkan. Angka yang kalau dibacakan terasa seperti skor pertandingan PlayStation. 

Tetap saja, 3 orang tewas, 58 sampai 68 luka. Langit jadi pesta kembang api versi horor. 

Sheikh tampil di mal dengan wajah tenang, “under control.” Sementara expat panik, turis ribuan terdampar, pasar saham tutup, reputasi “safe haven pajak nol” retak seperti layar ponsel jatuh.

Belum selesai. Penerbangan ambruk total. Emirates suspend semua penerbangan reguler sampai besok malam. 

Etihad hanya izinkan repatriasi super terbatas. Qatar Airways full stop karena airspace ditutup. 

Lebih dari 12.300 penerbangan batal di tujuh bandara Teluk sejak 28 Februari. Satu juta lebih manusia terdampar, makan mi instan di hotel bintang lima sambil berburu WiFi gratis. 

EASA teriak “high risk total.” Departemen Luar Negeri AS bilang “Depart Now dari 14 negara.” Masalahnya, mau depart pakai apa? Karpet terbang Aladin?

Korban jiwa mulai membuat dada sesak. Media Barat kutip Red Crescent: Iran 787 tewas, naik tajam dari 555 kemarin. Lebih dari 160 anak perempuan di sekolah Minab disebut jadi korban. 

Israel 11 tewas, 9 di Beit Shemesh akibat rudal balistik. AS 6 personel militer tewas, 18 luka serius di basis Teluk. Total regional 800 sampai 1.000 lebih jiwa dalam empat hari. Sipil dominan di Iran dan Lebanon. Angka-angka itu bukan statistik Excel, itu nyawa.

Versi media Iran? Propaganda overdrive level Oscar. IRGC klaim 650 korban AS dalam dua hari, 160 lebih di Bahrain markas Fifth Fleet, gedung komando hancur berkeping. 

Mereka sebut rudal Kheybar menghantam kantor Netanyahu, nasib Bibi “belum jelas.” Bahkan, ada yang bilang sudah modar. Semua klaim terdengar seperti trailer film yang terlalu heboh untuk dipercaya, tetapi terlalu serius untuk diabaikan.

Dua kubu sama-sama berdiri di podium imajiner sambil berteriak, “Kami menang!” Trump janji “big wave masih datang.” Netanyahu bilang “akan cepat selesai.” Iran jawab, “lanjut sampai kalian kapok.” Dunia? Duduk di kursi rollercoaster tanpa sabuk pengaman.

Minyak melonjak, langit ditutup, kota impian jadi medan perang, korban bertambah seperti angka followers selebgram. 

Plot twist bisa muncul kapan saja. Kita sedang menonton sejarah hidup dengan jantung berdebar, antara takjub dan ngeri. Besok pagi episode baru pasti lebih liar. Siapkan kopi, siapkan doa, dan semoga saja yang naik bukan harga BBM lagi.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya