Berita

Ilustrasi

Politik

Indonesia Harus Siapkan Skenario Terburuk Dampak Konflik AS-Iran

RABU, 04 MARET 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran harus direspons Indonesia dengan langkah antisipatif yang terukur, terutama dalam menghadapi potensi dampak ekonomi.

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, posisi Indonesia saat ini bukan sekadar menyatakan sikap politik, melainkan menyiapkan langkah konkret menghadapi kemungkinan terburuk dari konflik yang terus memanas.

“Standing position Indonesia adalah bagaimana Indonesia harus mempersiapkan segala kemungkinan-kemungkinan dampak yang paling mungkin dirasakan terkait dengan perang yang terus meningkat antara Iran melawan Amerika Serikat,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 4 Maret 2026.


Ia menegaskan, dampak paling nyata yang berpotensi dirasakan Indonesia adalah di sektor energi, khususnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

Karena itu, Adi mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan skenario rasional guna mengantisipasi gejolak harga maupun distribusi energi jika konflik berkepanjangan dan memengaruhi stabilitas kawasan.

“Indonesia per hari ini paling dekat adalah bagaimana menyiapkan skenario-skenario terburuk yang mungkin dianggap paling rasional untuk mengantisipasi soal kemungkinan akan terjadinya gejolak di bidang BBM, mengantisipasi kenaikan dan seterusnya,” jelasnya.

Menurut dia, langkah mitigasi tersebut jauh lebih penting karena dampak perang sangat mungkin merembet hingga ke Indonesia, terutama melalui jalur ekonomi global.

“Itu jauh lebih penting karena yang terdampak dari persoalan perang ini tentu sangat dikhawatirkan berpotensi merembet ke Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya