Berita

Ketua MPP PKS Mulyanto (Foto: Dokumen Fraksi PKS)

Politik

PKS Desak Indonesia Sampaikan Dukacita atas Gugurnya Ali Khamenei

RABU, 04 MARET 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah Republik Indonesia yang hingga kini belum menyampaikan ucapan dukacita resmi atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dalam serangan Israel dibantu Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS, Mulyanto, menilai langkah tersebut penting dilakukan demi menjaga konsistensi hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 1950-an antara Indonesia dan Republik Islam Iran.

“Demi menjaga konsistensi hubungan bilateral sejak 1950-an, memperkuat citra Indonesia sebagai negara berprinsip bebas aktif, serta menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia, pemerintah Republik Indonesia sepatutnya mempertimbangkan untuk menyampaikan ucapan duka cita resmi kepada Republik Islam Iran,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.


Menurut Mulyanto, Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan diplomatik formal sejak 1950, menjadikan Iran sebagai salah satu mitra bilateral terlama dan sahabat strategis Indonesia di kawasan Asia dan dunia. 

Hubungan yang berlangsung lebih dari tujuh dekade itu dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing.

Mulyanto yang juga Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu menambahkan, kedua negara tidak hanya menjalin kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki hubungan budaya dan historis yang panjang. Interaksi antarbangsa bahkan telah terjalin sejak masa perdagangan kuno.

Dalam momentum duka nasional di Iran, ia berpandangan penyampaian belasungkawa dari pemerintah Indonesia merupakan bentuk penghormatan atas persahabatan yang telah lama terbangun.

Ia menegaskan, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif berarti tidak memihak kekuatan mana pun, namun tetap aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Karena itu, penyampaian dukacita dinilai sebagai tindakan kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan prinsip tersebut.

“Sebagai negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, Indonesia memiliki posisi moral untuk menunjukkan empati terhadap bangsa yang sedang berduka,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya