Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Eropa Terkapar ke Level Terendah Akibat Tensi Timur Tengah

RABU, 04 MARET 2026 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan Selasa 3Maret 2026 Waktu setempat, menyeret indeks ke titik terendah dalam lebih dari satu bulan. 

Para pemodal didera kekhawatiran atas potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah serta lonjakan harga minyak yang mengancam stabilitas inflasi.

Berdasarkan laporan Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 3,08 persen atau 19,19 poin ke level 604,44. Angka ini merepresentasikan penurunan sekitar 5 persen dari rekor penutupan tertingginya yang baru saja dicapai pada Jumat lalu.


Kejatuhan ini menjadi koreksi harian terdalam sejak April silam, memicu kepanikan yang mengingatkan pasar pada guncangan tarif "Liberation Day" era Donald Trump. 

Indeks utama lainnya juga berguguran. 

DAX Jerman anjlok 3,44 persen ke 23.790,65, menjadi level terendah 3 bulan. CAC 40 Prancis melorot 3,46 persen ke posisi 8.103,84. FTSE 100 Inggris menyusut 2,75 persen menjadi 10.484,13. Sedangkan IBEX 35 Spanyol jatuh 4,6 persen akibat besarnya porsi saham perbankan.

Seluruh sektor dalam STOXX 600 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan sebagai beban utama. Saham HSBC amblas 5,2 persen, sementara sektor asuransi dan industri masing-masing melemah 4,2 persen dan 3,6 persen.

Sektor perjalanan juga tak luput dari hantaman akibat kenaikan biaya energi. Saham Air France-KLM anjlok 7,9 persen.

IAG (Induk British Airways) turun melorot 5,4 persen. Saham Lufthansa juga ancur 4 persen. 

Harga minyak mentah Brent melonjak 7 persen ke level tertinggi dalam 19 bulan setelah serangan Iran mengganggu jalur distribusi vital di Selat Hormuz. Meski harga komoditas naik, saham energi justru turun 1,4 persen karena investor lebih mengkhawatirkan dampak guncangan permintaan global.

Data LSEG kini menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada 2026 melonjak menjadi 40 persen, naik signifikan dari proyeksi awal sesi yang hanya 25 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya