Berita

Presiden Prabowo Subianto memantau dapur umum MBG di Rawamangun, Jakarta Timur pada Senin 3 Februari 2025. (Foto: Istimewa)

Politik

PDIP Cemas Prabowo Berkuasa Dua Periode

SELASA, 03 MARET 2026 | 19:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perubahan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai sebagai bentuk kekhawatiran terhadap Presiden Prabowo Subianto berkuasa selama dua periode.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan memandang, protes PDIP akhir-akhir ini terhadap MBG yang masuk dalam pos anggaran pendidikan 2026, jelas menunjukan inkonsistensi.

"Kalau mau konsisten, harusnya dari awal PDIP menolak program MBG agar standing position-nya jelas, bukan oposisi nanggung," ujar Yusak kepada RMOL, Selasa, 3 Maret 2026.


Wajarnya, menurut Yusak, PDIP mengetahui alokasi anggaran MBG dimasukan ke dalam alokasi anggaran pendidikan di APBN 2026, bukan justru di tengah berjalannya program diprotes.

"UU APBN 2026 yang di dalamnya memuat anggaran pendidikan/MBG kan sudah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR, termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Banggar DPR," sambung Yusak. 

Jika seperti itu, maka Yusak meyakini PDIP memiliki agenda politik dalak upaya protes alokasi anggaran MBG dimasukan ke dalam dana pendidikan.

Terlebih, dia memperkirakan PDIP mulai khawatir dengan posisi Prabowo yang kemungkinan akan semakin moncer menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

"Secara politik, kalau program MBG berhasil, maka posisi Prabowo semakin kuat," kata Yusak.

Oleh karena itu, lulusan S2 Politik Unas itu menduga PDIP sudah mulai membaca potensi elektoral Prabowo ke depan, apabila sukses melaksanakan program MBG akan menjadi pesaing kuat di Pemilu 2029.

"Kalau elektabilitas Prabowo semakin kuat, maka PDIP jelas tidak diuntungkan di 2029. Jagoan PDIP bisa keok lagi lawan Prabowo," demikian Yusak.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya