Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Makin Berkilau di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

SELASA, 03 MARET 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas kembali menanjak seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe-haven). Penguatan ini dipicu oleh kekhawatiran akan perang berkepanjangan di Timur Tengah setelah aksi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. 

Di pasar spot, harga emas naik 0,4 persen ke posisi 5.297,31 Dolar AS per ons, pada perdagangan Senin 2 Maret 2026 atau Selasa dini hari WIB. Sementara emas berjangka AS untuk kontrak April melonjak lebih tinggi sebesar 1,2 persen ke level 5.311,60 per ons.

Meskipun sempat melesat hingga 2 persen di awal sesi, harga emas mengalami koreksi akibat aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar. 


Menariknya, reli logam kuning ini tetap bertahan meski Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 1 persen, yang biasanya memberikan tekanan bagi komoditas berbasis Dolar. 

Sentimen positif terhadap emas juga didorong oleh faktor struktural jangka panjang. Analis dari SP Angel mencatat adanya tren bank sentral negara-negara BRIC yang mulai beralih dari aset berbasis dolar ke emas akibat fragmentasi geopolitik. 

Sepanjang tahun ini saja, emas telah melonjak hampir 23 persen secara year-to-date, melanjutkan tren kenaikan masif sebesar 64 persen pada tahun 2025 yang lalu.

Namun, eskalasi konflik ini membawa tantangan logistik bagi perdagangan fisik. Penghentian sejumlah penerbangan ke pusat bullion dunia di Dubai diperkirakan akan menghambat arus distribusi emas global dalam waktu dekat. 

Di saat emas bersinar, logam mulia lainnya justru tertekan; perak spot anjlok 5,7 persen ke 88,46 Dolar AS. Platinum dan paladium masing-masing melemah 2,7 persen dan 0,9 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya