Berita

Perbaikan ruas Jalan Kaligawe Semarang menjelang arus mudi Lebaran 2026. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Arus Mudik Lebaran di Jateng Masih Dibayangi Macet dan Ancaman Bencana

SENIN, 02 MARET 2026 | 22:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebanyak 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dipetakan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pada periode tersebut, sekitar 17,7 juta orang diproyeksikan masuk ke Provinsi Jawa Tengah.

Data tersebut dirilis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) sebagai langkah antisipasi lonjakan arus kendaraan sekaligus potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Lokasi didominasi kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.


“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan disiapkan agar hambatan arus mudik dapat diminimalkan,” kata Iqbal dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung arus kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Kepadatan diperkirakan meningkat pada periode H-3 hingga H+3 Lebaran.

Selain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana, terdiri dari 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Titik rawan banjir antara lain berada di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung perbatasan Semarang-Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas Pantura di Kendal. Potensi genangan juga terdeteksi di Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang Tiga Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

Mayoritas wilayah tersebut berada di dataran rendah yang memiliki riwayat banjir akibat hujan berintensitas tinggi maupun rob.

Sementara titik rawan longsor tersebar di jalur selatan dan wilayah perbukitan, antara lain Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang/Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo. Kondisi tanah labil dan kontur terjal menjadi faktor utama risiko longsor saat curah hujan meningkat.

Untuk mempercepat respons darurat, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di koridor strategis jalur nasional dari Pantura hingga jalur selatan. Posko dilengkapi personel teknis serta alat berat guna menangani gangguan lalu lintas dan kerusakan jalan.

Empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) juga disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta dengan dukungan excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan daerahnya sebagai simpul utama perlintasan nasional.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026, sementara total pergerakan nasional menuju provinsi ini mencapai 38,71 juta orang.

“Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun 2026 difokuskan pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” ujar Luthfi.

Ia juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Koordinasi lintas sektor disebut menjadi kunci menjaga kelancaran arus mudik sekaligus keselamatan pemudik.

Dengan lonjakan mobilitas jutaan orang dan potensi gangguan cuaca, kesiapan infrastruktur serta respons cepat di lapangan menjadi faktor penentu kelancaran mudik Lebaran 2026.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya