Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Airlangga Hartarto:

Konflik Iran-Israel Bisa Bikin Harga BBM Naik

SENIN, 02 MARET 2026 | 18:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran kontra Amerika Serikat (AS)- Israel, berpotensi berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai eskalasi konflik tersebut bisa mengganggu rantai pasok minyak global. 

Saat ini, harga minyak mentah dunia bahkan telah menyentuh level 80 dolar AS per barel, di atas asumsi APBN 2026 yang dipatok 70 dolar AS per barel.


"Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik," ujar Airlangga di Jakarta, pada Senin 2 Maret 2026.

Meski demikian, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan langkah antisipasi, dengan melakukan kerja sama impor minyak dari AS.

"Pemerintah sudah punya MOU (notakesepahaman) untuk mendapatkan suplai dari non middle east. Misalnya kemarin Pertamina sudah bikin MOU dengan Amerika beberapa, dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Washington dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan meningkatkan kapasitas produksinya.

"Kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," tambahnya.

Mengutip Reuters, OPEC+ disebut akan membahas rencana kenaikan produksi hingga 411.000 barel per hari, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 137.000 barel per hari.

Namun demikian, pemerintah, kata Airlangga belum mengambil keputusan lanjutan dan memilih mencermati perkembangan situasi global. 

"Nanti kita monitor dulu," kata Airlangga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya