Berita

Kuasa hukum ibu kandung Nizam Syafei, Mira Widyawati. (Foto: Repro YouTube DPR)

Politik

Ibu Kandung Ungkap Kejanggalan Kematian Nizam Sebelum Dibawa ke Dokter

SENIN, 02 MARET 2026 | 15:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kuasa hukum Lisnawati yang merupakan ibu kandung Nizam Syafei, Mira Widyawati, membeberkan isi pesan singkat dari ayah kandung korban, AS, yang dinilai penuh kejanggalan sebelum putranya meninggal dunia.

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 2 Maret 2026.

Mira menjelaskan, pada 15 Februari 2026 atau tiga hari sebelum Nizam meninggal, AS sempat menghubungi Lisnawati, melalui pesan singkat. Dalam pesan itu, AS menyampaikan bahwa Nizam tengah sakit.


Namun, respons AS saat ditanya soal penanganan medis membuat pihak keluarga merasa heran.

"Terus kata klien kami 'apa sudah dibawa ke dokter?' 'Belum,' katanya gitu. 'Kenapa?' 'Gak ada waktu,' begitu," kata Mira menirukan percakapan tersebut.

Tak berhenti di situ, pada hari yang sama saat Nizam masih hidup, AS kembali mengirim pesan lanjutan yang dinilai janggal karena seolah telah memprediksi kematian anaknya.

"Ada lagi WhatsApp selanjutnya. 'Minta maaf ya kalau misalnya anak ini tidak panjang umur. Minta maaf dan mungkin akan dimakamkan di makam keluarga ini namanya, dekat makam bapaknya atau kakek dia'," ujar Mira.

Padahal, lanjutnya, saat pesan tersebut dikirim, Nizam masih berada di rumah dalam kondisi kritis dan belum mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Mira mengungkapkan pihaknya juga mengantongi bukti video yang memperlihatkan kondisi korban yang sudah parah namun tetap berada di rumah.

"Sehingga kita menganalisa bahwa ini adalah pembiaran atau penelantaran sengaja untuk tidak dibawa ke rumah sakit gitu," ungkapnya.

Nizam kemudian dikabarkan meninggal dunia pada 18 Februari 2026 dengan alasan sakit paru-paru. Tragisnya, Lisnawati yang datang dari Cianjur ke Sukabumi tidak sempat melihat wajah putranya untuk terakhir kali karena jenazah telah dikafani.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya