Berita

Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati. (Foto: Repro YouTube DPR)

Politik

LPSK: Nizam Disiksa Sejak Kecil

Disundut Rokok hingga Dicelupkan ke Bak Mandi
SENIN, 02 MARET 2026 | 15:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap fakta mengejutkan terkait kematian Nizam Syafei (12).

Bocah asal Sukabumi itu diduga tewas akibat penganiayaan ibu tirinya. Korban disebut telah mengalami kekerasan fisik sejak masih kecil.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 2 Maret 2026.


Sri menjelaskan, temuan itu diperoleh dari hasil asesmen dan wawancara mendalam yang dilakukan tim LPSK terhadap pihak-pihak terkait.

“Dari informasi yang didapatkan tindakan kekerasan sebenarnya sudah diterima oleh korban itu sejak korban masih kecil,” ungkap Sri.

Ia menjelaskan, berbagai bentuk kekerasan yang dialami korban, mulai dari disundut rokok, disiram air, hingga dicelupkan ke dalam bak mandi.

“Jadi dari kecil itu ternyata korban sudah mengalami tindakan kekerasan yang begitu sering,” kata Sri.

Tak hanya Nizam, kekerasan serupa disebut juga dialami ibu kandung korban, Lisnawati atau Lisna.

Atas temuan tersebut, LPSK mendesak aparat kepolisian untuk mendalami latar belakang ayah kandung korban, Anwar Satibi. 

Sri menyebut, mantan suami Lisna tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok geng tertentu yang patut menjadi perhatian aparat.

Sementara itu, Polres Sukabumi telah menetapkan TR sebagai tersangka atas dugaan tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis terhadap korban.

Nizam meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026 di RSU Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengaku disuruh meminum air panas oleh ibu tirinya, TR (46), yang diduga menyebabkan sejumlah luka bakar di tubuhnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya