Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ancaman Embargo Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Meledak

SENIN, 02 MARET 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah konflik militer di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan perlambatan ekonomi.

Dikutip dari Reuters, Senin 2 Maret 2026, harga minyak mentah Brent sempat melonjak lebih dari 4 persen ke level 76,07 Dolar AS per barel, bahkan sempat menembus 82 Dolar AS per barel sebelum terkoreksi. Sementara itu, minyak mentah AS naik hampir 4 persen menjadi 69,59 Dolar AS per barel.

Lonjakan harga ini dipicu kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas alam cair.


Meski Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup, data pelacakan pelayaran menunjukkan banyak kapal tanker tertahan di kedua sisi selat karena risiko serangan dan kendala asuransi.

"Dampak paling nyata bagi pasar minyak adalah terhentinya arus sekitar 15 juta barel minyak per hari dari kawasan tersebut," kata Jorge Leon dari Rystad Energy.

Ia memperingatkan, jika tidak ada tanda-tanda deeskalasi dalam waktu dekat, harga minyak berpotensi melonjak lebih tinggi lagi.

Sebagai perbandingan, embargo minyak Timur Tengah pada 1970-an sempat membuat harga minyak melonjak 300 persen. Analis dari Wood Mackenzie menilai, dalam kondisi pasar saat ini yang sensitif terhadap gangguan pasokan, lonjakan harga hingga melampaui rekor historis sangat mungkin terjadi.

Selain konflik Timur Tengah, pelaku pasar juga menantikan serangkaian data penting ekonomi AS pekan ini, termasuk survei manufaktur ISM, data penjualan ritel, dan laporan ketenagakerjaan (nonfarm payrolls).

Jika data menunjukkan pelemahan ekonomi, hal itu bisa mengguncang kepercayaan investor. Namun di sisi lain, kondisi tersebut berpotensi membuka peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya