Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Estimasi Kenaikan Harga Minyak Dunia Usai Selat Hormuz Ditutup

MINGGU, 01 MARET 2026 | 15:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai respons meningkatnya ketegangan militer di Kawasan Teluk. 

Penutupan Selat Hormuz dilakukan pada Minggu, 1 Maret 2026.  Beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

Selat Hormuz adalah jalur distribusi minyak paling vital di dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. 


Tercatat pada 2024, sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz atau setara dengan kurang lebih 20 persen konsumsi minyak dunia. Artinya, hampir seperempat perdagangan minyak laut global melalui selat ini. 

Dengan ditutupnya Selat Hormuz, kerugian global bisa mencapai miliaran dolar per hari. 

Jika harga minyak dunia saat ini 70 dolar AS per barel. Maka kerugian penutupan Selat Hormuz bisa mencapai 1,4 miliar dolar AS per hari. 

Kerugian itu belum termasuk dengan efek turunannya, yang jika ditotal maka bisa mencapai ratusan miliar dolar AS. 

Estimasi Kenaikan Harga Minyak

Jika konflik terus berlanjut, maka kenaikan harga minyak dunia bisa terjadi. 

Menurut IMF Working Paper - Oil Price Elasticity dan IEA Market Report, penurunan supply 1 persen minyak dunia bisa menaikkan harga hingga 5-10 persen. 

Artinya jika 5 peren supply minyak dunia hilang, kemungkinan harga naik hingga 25-40 persen. Jika diasumsikan harga minyak dunia saat ini 70 dolar AS per barel, maka harga naik mencapai 87-98 dolar AS per barel.

Sementara berdasarkan World Bank oil trade flow model, jika harga minyak dunia naik hingga 100 dolar AS per barel, maka kerugian system ekonomi global bisa mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS per hari. 

Dampak ke Indonesia


Indonesia sendiri merupakan importir minyak mentah dengan kebutuhan 700-900 ribu barel per hari.

Dengan skenario kenaikan 25 persen harga minyak dunia, maka BBM di Indonesia dapat mengalami kenaikan hingga 10-20 persen.

Selain mempengaruhi harga BBM, situasi ini juga berdampak pada inflasi hingga nilai rupiah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya