Berita

Ahmad Khozinudin. (Foto: YouTube Official iNews)

Publika

Jangan Nodai Perjuangan

MINGGU, 01 MARET 2026 | 05:25 WIB

SUATU ketika, penulis berkunjung ke kediaman seorang tokoh. Saat itu, sedang ramai kasus korupsi anggaran 'Manmin' (makan minum) yang diselewengkan pejabat Walikota. Penulis pun menanyakan ihwal masalah itu ke tokoh tersebut.

Lalu, sang tokoh mencoba mengajak penulis dan memperhatikan sebuah kertas. Lalu dia menggoreskan ujung pena satu titik didalam kertas putih itu. Lalu dia bertanya:

"Ahmad, apa yang antum lihat?"


Penulis menjawab: "sebuah titik hitam" 

Lalu, tokoh tersebut menjawab :

"Ahmad, kadangkala kita terbiasa berfokus pada keburukan bukan kebaikan. Kita terbiasa melihat noda, bukan kebersihan".

"Lihatlah! Kertas putih itu. Hanya ada satu titik hitam dari goresan pena. Engkau lebih memperhatikan titik itu, bukan kertas putih yang lebih luas penampangnya dari noda hitam tersebut"

"Hidup ini jangan terlalu mendendam dengan keburukan. Lebih luaslah dalam melihat peristiwa. Lihatlah, sosok kebaikan yang lebih luas"

Awalnya penulis tidak tahu maksud dari nasehat itu. Penulis masih berprasangka baik (husnudz dzan), bahwa ada nasehat bijak dan hikmah dibalik ungkapan tersebut.

Belakangan, baru penulis tahu tokoh tersebut termasuk yang mendapatkan distribusi anggaran korupsi makan minum dari APBD. 

Sang Walikota memang cerdik, meski dia merampok duit rakyat dari APBD, dia bertindak layaknya Robinhood, membagikan sejumlah duit korupsi dalam bentuk bantuan kepada sejumlah tokoh dan yayasan masyarakat, hingga ke panti dan pondok pesantren.

Begitulah. Tak ada yang mau disebut buruk meskipun berperilaku buruk. Tak ada yang mau di cap pengkhianat meskipun terang benderang melakukan pengkhianatan. 

Tak mau ada yang melihat noda di muka, meskipun dirinya mencoreng arang disekujur wajahnya.

Ada ungkapan yang mengatakan :

Penjahat pun, tetap ingin disebut pejuang. Kejahatannya, didalihkan sebagai strategi untuk mengalahkan lawan. 

Meski telah nampak jelas, dia menghadiri jamuan lawan dan menikmati hidangan dari lawan dengan mengabarkan kelezatan dan rasa nikmat yang tiada tara.

Sobat! Jangan tertipu!

Bahkan iblis pun, ketika menggoda Adam dan Hawa untuk makan buah khuldi, iblis berdalih hanya memberikan nasehat kepada keduanya agar kekal di Surga.

Dalam perjuangan, tidak boleh ada kompromi sedikitpun atas pengkhianatan. Tidak boleh ada permakluman,  apalagi permaafan.

Jika seseorang ingin bertobat, biarkan ia bertobat dengan Tuhan-Nya. Sementara urusan kita, menjaga api perjuangan agar tak padam. Bahkan, mengupayakan api kian membara dan membakar segala bentuk kezaliman.

Lembaran putih perjuangan jangan pernah ternoda, setitikpun. Saat ada yang menodai, sobek bagian yang ternoda dan jauhkan dari kain putih perjuangan. Tak perlu sibuk untuk menghapus noda agar tetap menjadi bagian dari lembaran perjuangan.

Kadangkala, pengkhianatan hadir dalam bentuk wajah memelas. Kadang dengan wajah lugu, kadang pula dengan wajah sombong seolah dia pejuang dan yang menghukum atas pengkhianatan sebagai kambing hitam.

Tak ada manfaat sedikitpun untuk menghapus noda yang sudah berkarat. Fokus kita, menjaga lembaran putih perjuangan agar tetap konsisten melanjutkan perjuangan.

Tak perlu merugi, dengan menghambur-hamburkan energi dan perasaan hanya untuk memaklumi pengkhianatan. Cukup tutup buku dan buka lembaran baru.

Tak usah, ikut sibuk merias wajah yang bopeng karena pengkhianatan. Bukannya bisa membuat harum, boleh jadi kita malah ketularan penyakit busuk dan aroma tak sedap dari borok-borok pengkhianatan.

Setiap orang telah memilih jalan. Biarkan setiap yang berbuat untuk bertanggungjawab. Kita tak perlu terlibat, apalagi ikut pasang badan untuk merecovery wajah-wajah pengkhianat agar kembali terlihat santun dimata rakyat.

Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya