Berita

Israel dan AS menggempur kawasan pemukiman Iran Selatan. (Foto: Aljazeera)

Global

18 Warga Sipil Iran Tewas Usai Kompleks Olahraga dan Permukiman Dibom Israel

MINGGU, 01 MARET 2026 | 03:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sekitar 18 warga sipil di kota Lamerd, Provinsi Fars, Iran Selatan dilaporkan tewas dalam serangan brutal Israel dan Amerika Serikat (AS) pada bulan Ramadan, Sabtu, 28 Febuari 2026.

Gubernur Lamerd, Ali Alizadeh mengatakan, serangan tersebut menghantam kompleks olahraga, aula yang berdekatan dengan sekolah, dan dua lokasi perumahan lainnya.

Mengutip kantor berita Irna, Gubernur Alizadeh mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.


Sementara itu, pejabat kesehatan tertinggi di Lamerd, Fatemeh Amini, mengatakan sebagian besar warga sipil yang tewas adalah anak-anak, dengan sekitar 100 orang lainnya luka-luka.

“Staf kesehatan di seluruh kota saat ini dalam keadaan siaga penuh,” kata Fatemeh.

Laporan terbaru ini menambah jumlah korban jiwa di Iran. Sebelumnya, sebanyak 57 siswa juga dilaporkan tewas dan 60 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di sebuah sekolah putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengecam serangan yang menargetkan para pelajar itu, dan meminta PBB untuk segera bertindak.

"Ini adalah kejahatan yang terang-terangan. Dunia harus menentang ketidakadilan yang serius ini. Dewan Keamanan PBB harus bertindak sekarang dalam menjalankan tanggung jawab utamanya berdasarkan Piagam PBB," kata  Esmaeil.

Serangan ini terjadi di tengah operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan berskala besar. Sejumlah rudal balistik dan drone dilaporkan ditembakkan ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya