Ilustarsi (RMOL via Gemini AI)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup bulan Februari dengan kinerja mengecewakan. Kekhawatiran soal perkembangan kecerdasan buatan (AI), ketidakpastian tarif perdagangan, serta memanasnya situasi geopolitik membuat investor cenderung melepas saham, terutama di sektor keuangan dan teknologi.
Dikutip dari Reuters, Sabtu 28 Februari 2026, pada penutupan perdagangan Jumat, indeks utama di Wall Street kompak melemah. Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin atau 1,05 persen ke level 48.977,92. S&P 500 terkoreksi 29,98 poin atau 0,43 persen menjadi 6.878,88. Sementara Nasdaq Composite anjlok 210,17 poin atau 0,92 persen ke posisi 22.668,21.
Secara bulanan, S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan terdalam sejak Maret 2025. Dow Jones juga membukukan penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan November.
Menurut Ryan Detrick, Kepala Strategi Pasar Carson Group, pelemahan ini dipicu kombinasi beberapa faktor. “Menutup Februari, kita diingatkan bahwa masih ada sejumlah risiko di luar sana,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan turut memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS tidak akan segera memangkas suku bunga.
Data Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih panas dari ekspektasi memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen pada pertemuan Maret mendatang. Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 94 persen bahwa suku bunga tidak akan berubah.
Sektor keuangan menjadi salah satu yang paling terpukul. Saham bank seperti Wells Fargo, Jefferies, dan Barclays yang terdaftar di AS turun antara 4 persen hingga 9 persen. Penurunan ini dipicu laporan potensi kerugian terkait runtuhnya perusahaan hipotek Inggris, serta kekhawatiran terhadap standar pemberian pinjaman.
Sektor teknologi juga melemah karena kecemasan investor terhadap prospek bisnis berbasis AI. Saham chip dan perangkat lunak ikut tertekan.
Nvidia turun 4,2 persen, melanjutkan penurunan sehari sebelumnya meski perusahaan melaporkan kinerja keuangan yang solid. Ini menunjukkan bahwa investor masih ragu terhadap valuasi dan prospek jangka pendek sektor AI.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham justru mencatat lonjakan tajam. Netflix melonjak 13,8 persen setelah memutuskan mundur dari upaya akuisisi Warner Bros. Discovery. Keputusan ini disambut positif oleh investor. Paramount Skydance, yang disebut sebagai calon pembeli Warner Bros Discovery, melesat 20,8 persen.