Berita

Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Riva Siahaan berjalan keluar usai mengikuti sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.(FOTO: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz)

Hukum

Riva Siahaan Ungkap Detik-Detik Penggeledahan: Jam 03.30, Anak Saya Menyaksikan

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 00:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Eks Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, buka suara soal momen paling mengguncang dalam proses hukum yang menjeratnya.

Bukan hanya soal substansi perkara. Dalam pledoinya, Riva justru menyoroti peristiwa yang menurutnya paling membekas: penggeledahan rumah pada Desember 2024.

“Pukul 03.30 dini hari,” ungkapnya.


Saat itu, kata Riva, rumahnya digeledah aparat kejaksaan bersama TNI ketika keluarga masih terlelap. Istri dan anak-anaknya disebut menyaksikan langsung proses tersebut.

Riva mengklaim, dalam penggeledahan itu tidak ditemukan barang bukti. Namun, dampaknya disebut jauh lebih besar dari sekadar hasil penyitaan.

“Yang paling berat bukan hanya proses hukumnya,” ujar Riva, “tapi beban psikologis yang ditanggung keluarga.”

Ia menggambarkan suasana dini hari itu sebagai momen traumatis, terutama bagi anak-anaknya.

Meski begitu, Riva menegaskan tetap bersikap kooperatif. Ia memenuhi panggilan penyidik dan tetap menjalankan tugas di perusahaan hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.


Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, ia tidak menolak proses hukum. Namun ia berharap peristiwa tersebut dipahami dalam konteks kemanusiaan.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menuntut Riva 14 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah.

Dua terdakwa lain, Maya Kusuma dan Edward Corne, juga dituntut 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar serta uang pengganti Rp5 miliar subsider 7 tahun kurungan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya