Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Global

Prabowo Ungkap Isi Obrolan 30 Menit dengan Trump

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan isi pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berlangsung selama 30 menit di Washington DC pada Jumat lalu, 22 Februari 2026. 

Di hadapan awak media, Prabowo menegaskan bahwa fokus utama pembahasan adalah persoalan perdagangan dan tarif yang selama ini menjadi perhatian kedua negara. 

“Iya, kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara. Perundingan sudah cukup lama, akhirnya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus,” ujarnya dalam konferensi pers. 


Ia mengakui, proses negosiasi tarif dengan AS termasuk salah satu yang paling lama dan alot. 

“Intinya itu kita kan termasuk yang paling...mungkin paling lama ya berunding soal tarif itu, perdagangan. Tapi baguslah hasilnya,” sambung Prabowo.

Prabowo dan Trump dilaporkan telah menandatangani Agreement of Reciprocal Trade (ART) bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

Menurut laporan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kesepakatan itu mencakup tarif resiprokal 19 persen bagi sejumlah produk Indonesia ke pasar AS serta pembentukan Dewan Perdagangan (Council of Trade) sebagai mekanisme penyelesaian persoalan investasi dan perdagangan. 

Kemudian sebanyak 1.819 pos tarif RI kini dibebaskan dari bea masuk, termasuk produk pertanian, minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, hingga pesawat terbang. 

“Dan khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0 persen,” tegas Airlangga.

Sebagai bagian dari timbal balik, Indonesia juga memberikan tarif 0 persen untuk gandum dan kedelai asal Amerika. 

ART akan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum di kedua negara rampung, termasuk konsultasi dengan DPR dan prosedur internal di Washington.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya