Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOLJateng)

Politik

Bukan Cuma MBG, Pemerintah Dituntut Perhatikan Kesehatan Mental Anak

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tumbuh kembang anak diharapkan bukan hanya memerhatikan soal fisik yang digenjot pemerintah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), tapi juga terkait dengan kesehatan mental yang belakangan menjadi sorotan publik karena terjadi kembali bunuh diri pada anak.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Natasya Restu Dewi Pratiwi memandang, terulangnya kasus bunuh diri anak di bulan Februari 2026 yaitu dilakukan anak usia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah.

Sebelum kejadian di Jawa Tengah tersebut, Natasya sudah memerhatikan tragedi anak usia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakhiri hidupnya sendiri karena diduga putus asa tidak mampu membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000 akibat kemiskinan ekstrem.


"Jika faktor ekonomi dan kegagalan akses bantuan sosial menjadi pemicu, maka sistem perlindungan sosial dan pencatatan kependudukan harus dibenahi," ujar Natasya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, pemerataan integrasi layanan kesehatan mental di sekolah, desa melalui posyandu, dan puskesmas mesti diperkuat pemerintah, dan bisa dilakukan lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang potensial menjadi pintu skrining awal anak dengan intensi bunuh diri.

"Sehingga mereka dapat segera dirujuk ke layanan profesional. Pelatihan kepada siswa, guru, orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam mengenali tanda-tanda stres; cara merawat diri saat mengalami luka psikologis; cara mendapatkan layanan kesehatan mental; cara berkomunikasi dengan anak," tambah Natasya menjelaskan.

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah memerhatikan langkah pencegahan bunuh diri anak yang harus diperbaiki secara sistematis dengan alokasi anggaran yang memadai, berbasis data, dan menyasar faktor struktural yang selama ini diabaikan.

“Pemerintah juga harus menata ulang prioritas kebijakan dan anggaran. Di tengah membengkaknya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp335 triliun bahkan mengambil porsi dana pendidikan sebesar Rp223 triliun, negara harus memastikan bahwa deteksi dini kesehatan mental anak dan peningkatan kapasitas bagi guru dan orang tua tidak terpinggirkan”, tutur Natasya.

“Perbaikan gizi anak memang penting, tetapi kesehatan mental anak sama pentingnya. Investasi besar pada satu program tidak boleh membuat perlindungan psikososial anak menjadi isu sekunder," demikian dia menambahkan.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya