Berita

Ilustrasi Kurma (Foto: Istimewa)

Kesehatan

4 Tanda Kurma Tidak Latak Dimakan, Ini Cirinya

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 20:23 WIB | OLEH: TIFANI

Kurma menjadi salah satu buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi umat Islam saat sahur dan berbuka puasa. Buah bercita rasa manis ini kaya nutrisi yang dapat mengembalikan energi usah seharian berpuasa.

Kurma mengandung serat, antioksidan, serta mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk menjaga kesehatan. Selain itu, kurma juga dikenal sebagai buah yang relatif tahan lama dan tidak mudah busuk sehingga dapat disimpan dalam waktu cukup panjang.

Namun demikian kurma tetap memiliki masa simpan dan bisa mengalami penurunan kualitas. Melansir laman The Kitchen, berikut tanda kurma sudah tidak layak dimakan 


1. Kurma Berubah Warna atau Berjamur

Salah satu tanda kurma sudah tidak layak dimakan yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna yang tidak wajar. Kurma segar umumnya memiliki warna cokelat alami, mulai dari cokelat muda hingga cokelat kehitaman tergantung jenisnya. 

Permukaannya terlihat keabu-abuan, kehijauan, atau muncul bercak putih berbulu seperti kapas, hal tersebut bisa menjadi indikasi tumbuhnya jamur. Jamur pada kurma biasanya muncul akibat penyimpanan di tempat lembap atau terlalu lama disimpan tanpa wadah kedap udara.

Jika sudah muncul tanda ini, sebaiknya kurma tidak dikonsumsi karena dapat memicu gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

2. Kurma Berbau Tidak Sedap

Aroma juga menjadi indikator penting dalam mengenali tanda kurma sudah tidak layak dimakan. Kurma yang masih segar biasanya memiliki aroma manis khas yang lembut. 

Namun, jika tercium bau asam, tengik, atau apek, kemungkinan besar kurma sudah mengalami proses fermentasi atau pembusukan. Perubahan bau ini bisa terjadi karena paparan udara terbuka terlalu lama atau penyimpanan pada suhu yang tidak sesuai. 

Konsumsi kurma dengan bau tidak sedap berisiko menyebabkan mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya.

3. Ada Hama atau Serangga

Keberadaan hama atau serangga juga termasuk tanda kurma sudah tidak layak dimakan yang tidak boleh diabaikan. Kurma yang disimpan tanpa kemasan rapat berpotensi dihinggapi semut, lalat, atau bahkan terdapat larva kecil di dalamnya. 

Selain terlihat secara kasat mata, biasanya terdapat lubang kecil atau bagian yang tampak berlubang akibat gigitan serangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas kurma telah menurun dan tidak lagi higienis untuk dikonsumsi. 

Demi keamanan pangan, kurma yang sudah terkontaminasi hama sebaiknya langsung dibuang.

4. Tekstur Terlalu Keras

Perubahan tekstur juga menjadi tanda kurma sudah tidak layak dimakan. Kurma yang baik umumnya memiliki tekstur kenyal dan lembut saat ditekan. 

Jika kurma terasa sangat keras, kering berlebihan, atau mengerut secara ekstrem, hal ini bisa menandakan kurma telah lama disimpan dan kehilangan kadar airnya. Meski tidak selalu berbahaya, tekstur yang terlalu keras dapat menjadi indikasi kualitas yang sudah menurun. 

Kurma sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan diletakkan di tempat sejuk atau di dalam lemari pendingin.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya