Berita

Ilustrasi/Net.

Kesehatan

5 Makanan yang Dihindari Saat Sahur Agar Puasa Lancar

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 09:19 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

 Memasuki bulan suci Ramadan, sahur bukan sekadar rutinitas pengisi perut sebelum imsak tiba, melainkan "modal" utama tubuh untuk bertahan belasan jam tanpa asupan.

Pernahkah Anda merasa sangat lemas, haus luar biasa, atau mengalami nyeri lambung saat baru menunjukkan pukul 10 pagi?

Jika ya, masalahnya mungkin bukan pada seberapa banyak porsi Anda, melainkan menu apa yang Anda konsumsi.


Memilih makanan yang tepat sangat krusial, dan mengetahui makanan yang dihindari saat sahur adalah kunci utama menjaga kenyamanan dan kesehatan tubuh.

Sebagai panduan klinis, mari kita bedah berbagai pantangan sahur yang kerap kali tidak disadari, beserta penjelasan medis di baliknya agar Anda bisa merencanakan menu sahur yang lebih bijak.

Makanan Pemicu Dehidrasi dan Rasa Haus Ekstrem

Selama berpuasa, tubuh rentan mengalami dehidrasi karena ketiadaan asupan cairan di siang hari. Mengonsumsi makanan tertentu saat sahur justru dapat mempercepat hilangnya cairan dari dalam tubuh, membuat Anda merasa kehausan jauh sebelum waktu berbuka tiba.

Makanan Tinggi Garam (Natrium)

Mengonsumsi makanan yang terlalu asin seperti mi instan bumbu pekat, ikan asin, atau makanan olahan kalengan adalah kesalahan umum saat sahur. Secara fisiologis, asupan natrium yang tinggi akan mengganggu keseimbangan osmotik sel tubuh.

Natrium bekerja dengan cara menarik air keluar dari sel, yang kemudian memicu respons otak untuk mengirimkan sinyal rasa haus yang ekstrem. Sebagai alternatif yang lebih bijak, batasi penggunaan garam tambahan dan hindari makanan ultra-proses.

Anda sangat disarankan untuk memilih protein segar yang dibumbui dengan rempah alami seperti bawang, ketumbar, atau kunyit yang kaya akan antioksidan.

Minuman Berkafein Tinggi

Secangkir kopi pagi mungkin adalah kebiasaan harian Anda, namun ini adalah pantangan sahur yang sebaiknya dihindari, yang juga berlaku untuk teh pekat dan minuman berenergi. Alasannya berakar pada sifat diuretik ringan yang dimiliki oleh kafein, yang berarti zat ini merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine.

Proses ini akan memaksa tubuh mengeluarkan cadangan cairan lebih cepat dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi secara signifikan di siang hari.

Air putih hangat tetap menjadi pilihan terbaik untuk memulai hari.

Namun, jika Anda menginginkan sesuatu yang berasa, air kelapa murni tanpa gula tambahan dapat menjadi opsi yang sangat baik karena kaya akan elektrolit untuk menghidrasi tubuh secara optimal.

Pantangan Sahur Pemicu Gangguan Pencernaan

Sistem pencernaan beristirahat selama kita berpuasa. Membebaninya dengan makanan yang sulit dicerna atau bersifat iritatif saat sahur dapat memicu berbagai masalah lambung yang mengganggu aktivitas harian.

Makanan Pedas dan Asam

Sambal atau makanan berbumbu cabai tingkat tinggi memang menggugah selera di pagi buta, namun sangat berisiko bagi kesehatan organ pencernaan.

Kandungan capsaicin pada cabai dan sifat asam dari makanan tertentu dapat mengiritasi mukosa atau lapisan pelindung lambung.

Lebih jauh lagi, makanan pedas dapat memicu relaksasi Lower Esophageal Sphincter (LES) atau katup pembatas lambung, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (GERD) dan menyebabkan sensasi dada terbakar (heartburn).

Untuk menghindari hal ini, gunakan bumbu yang ramah lambung. Jika ingin sensasi rasa hangat, gunakan sedikit lada putih atau jahe yang justru memiliki sifat gastroprotektif untuk menenangkan pencernaan.

Makanan Tinggi Lemak Trans dan Gorengan

Gorengan bertepung atau lauk yang digoreng dalam minyak banyak (deep-fried) sangat tidak disarankan untuk menu sahur.

Berdasarkan ilmu gizi, lemak membutuhkan waktu paling lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan, sebuah proses yang dikenal sebagai penundaan pengosongan lambung.

Proses pencernaan yang sangat berat ini memaksa tubuh memusatkan aliran darah ke saluran cerna, yang ironisnya justru akan membuat Anda merasa cepat lemas, mengantuk, dan lesu sepanjang hari.

Cara termudah untuk menyiasatinya adalah dengan mengubah metode memasak. Pilih lauk yang direbus, dikukus, ditumis dengan sedikit minyak zaitun, atau dipanggang.

Makanan yang Menyebabkan Lemas Lebih Cepat

Tujuan utama sahur adalah menyimpan cadangan energi secara bertahap, bukan menghabiskannya secara instan dalam beberapa jam pertama.

Karbohidrat Sederhana dan Tinggi Gula

Menu praktis seperti teh manis pekat, sirup, donat, atau roti putih kerap dipilih karena mudah disajikan, namun sayangnya ini adalah jebakan energi yang harus diwaspadai.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi atau yang sarat akan gula sederhana akan menyebabkan lonjakan glukosa (gula darah) yang sangat cepat di dalam tubuh.

Kondisi ini kemudian diikuti oleh pelepasan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menetralkannya. Akibatnya, gula darah akan turun drastis secara tiba-tiba (sugar crash), meninggalkan Anda dalam kondisi lemas, gemetar, dan kembali merasa lapar hanya dalam beberapa jam setelah waktu imsak.

Fokuslah beralih pada karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti nasi merah, oatmeal, atau ubi jalar. Makanan-makanan ini dicerna secara perlahan oleh tubuh, sehingga mampu melepaskan glukosa ke dalam aliran darah secara bertahap sebagai energi yang stabil sepanjang hari.

Tips Sahur Sehat untuk Energi Optimal

Sebagai kesimpulan, kunci dari tips sahur sehat selalu berpusat pada keseimbangan pemenuhan nutrisi.

Pastikan piring sahur Anda mengandung karbohidrat kompleks sebagai sumber energi jangka panjang, protein tanpa lemak seperti telur atau dada ayam untuk mempertahankan rasa kenyang, serta serat dari sayur dan buah yang tinggi air guna menjaga hidrasi tingkat seluler.

Hindari makan dengan porsi yang berlebihan saat sahur agar lambung tidak terbebani secara mendadak. Menjalankan ibadah puasa seharusnya mendatangkan manfaat kesehatan bagi tubuh dan pikiran.

Dengan secara sadar memilah makanan dan menyingkirkan makanan yang dihindari saat sahur dari meja makan Anda, Anda sejatinya sedang berinvestasi pada kenyamanan fisik yang akan mendukung kelancaran ibadah Anda seharian penuh.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya