Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan tarif perdagangan resiprokal. (Foto: Sekretariat Presiden)

Bisnis

Indonesia Alokasikan 15 Miliar Dolar AS untuk Impor Energi dari Amerika Serikat

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia menetapkan anggaran sekitar 15 miliar Dolar AS untuk pengadaan energi dari Amerika Serikat (AS). 

Langkah ini mencakup pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jadi, LPG, hingga minyak mentah (crude oil), sebagai tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa alokasi besar ini bertujuan utama untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan antara kedua negara. Secara teknis, PT Pertamina (Persero) akan mengeksekusi pembelian ini setelah proses finalisasi selama 90 hari selesai.


"Dalam perjanjian tersebut telah dimuat secara jelas bahwa untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, maka dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar Dolar AS. Dari jumlah itu terdiri atas pembelian BBM jadi, LPG, dan crude (minyak mentah),” ungkap Bahlil di Washington DC, Jumat 20 Februari 2026 waktu setempat. 

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah penambahan kuota impor nasional, melainkan diversifikasi atau pengalihan sumber pasokan. Selama ini, Indonesia mendatangkan energi dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika. Kini, sebagian porsi tersebut digeser ke Amerika Serikat dengan tetap mempertimbangkan nilai ekonomis.

"15 miliar Dolar AS yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti menambah volume impor. Namun, kita menggeser sebagian volume impor dari beberapa negara,” jelas Bahlil.

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah peningkatan ketergantungan pasokan pada pasar AS, khususnya untuk komoditas LPG.

Saat ini, sekitar 57 persen impor LPG Pertamina berasal dari AS. Dengan skema baru ini, porsinya diprediksi melonjak hingga 70 persen. Indonesia masih membutuhkan impor LPG sekitar 7 juta ton per tahun untuk memenuhi konsumsi domestik.

Selain LPG, Pertamina juga akan menggenjot pasokan minyak mentah dari Negeri Paman Sam tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, memastikan bahwa proses pengadaan akan tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme melalui mekanisme tender dan bidding terbuka.

“Skema impor adalah jembatan menuju ketahanan dan kemandirian energi,” ujar Simon.

Selain transaksi jual-beli, kerja sama ini juga mencakup aspek strategis lainnya seperti transfer teknologi, pengembangan SDM, serta mencari sumber pasokan yang paling menguntungkan bagi anggaran negara.

Pemerintah menargetkan implementasi penuh kesepakatan ini segera berjalan setelah masa finalisasi 90 hari untuk memperkuat kepercayaan bilateral sekaligus menjamin ketersediaan energi nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya