Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pertamina Perbesar Porsi Impor LPG dari Amerika Serikat jadi 70 Persen

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Pertamina (Persero) resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan volume impor LPG dari Amerika Serikat (AS). 

Dalam kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan AS, porsi impor yang semula berada di kisaran 57 persen direncanakan melonjak hingga mencapai 70 persen.

Langkah ini bukan berarti menambah total volume impor nasional secara keseluruhan, tetapi pengalihan sumber. 


Pertamina mengalihkan sebagian porsi pengadaan yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika menuju pasar AS demi menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa meskipun porsi dari AS mendominasi, seluruh proses pengadaan tetap dijalankan secara profesional.

“Selama ini LPG Pertamina mengimpor porsi yang cukup besar dari Amerika Serikat, kurang lebih sekitar 57 persen. Dengan adanya kesepakatan dagang ini, porsinya berpotensi meningkat hingga sekitar 70 persen,” ujar Simon dalam konferensi pers di Washington DC, Jumat 20 Februari 2026 waktu setempat. 

Simon juga menjamin bahwa peningkatkan porsi ini tetap mengutamakan aspek kompetitif dan akuntabilitas.

“Teknis yang kami lakukan adalah business as usual. Proses ini akan melalui mekanisme tender dan bidding yang terbuka,” tambahnya.

Selain peningkatan impor LPG, berikut adalah poin-poin penting dalam kerja sama energi tersebut:

- Ekspansi Produk: Selain LPG, Pertamina juga menjajaki peningkatan pasokan minyak mentah (crude oil) dan produk energi lainnya dari AS.

- Mekanisme Pasar: Pengadaan dilakukan melalui sistem tender terbuka tanpa penunjukan langsung guna mendapatkan harga terbaik.

- Jembatan Kemandirian: Impor ini dipandang sebagai solusi jangka pendek untuk menutup celah antara produksi domestik dan konsumsi yang terus meningkat, sembari Pertamina terus berupaya menggenjot produksi di sektor hulu.

- Target Implementasi: Detail teknis dari kesepakatan ini diharapkan tuntas dalam waktu 90 hari ke depan.

Melalui kemitraan ini, Pertamina berharap dapat mengamankan rantai pasok energi nasional dengan harga yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat transfer teknologi dengan mitra global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya