Berita

Yudhie Haryono dan buku 'History of The Arabs'. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Resensi

Belajar Islam dari Sejarah Arab

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 06:05 WIB

JUDUL Asli: History of The Arabs.
Penulis: Philip K. Hitti.
Kategori: Buku Populer.
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta.
Tahun: September, 2008.
Jumlah Halaman: 981 hlm+vi.

Jumlah Halaman: 981 hlm+vi.
Bahasa: Indonesia.
ISBN: 978-979-024-111-4.
Harga: 299.000,-

Kotor dan berdebu. Begitulah nasib perpus dan tumpukan buku-bukuku. Ramadan ini, aku masuk dan dalam sunyi, kutemukan karya guruku yang tak pernah lenyap dari ingatan: buku History of the Arabs (1937) yang ditulis oleh Philip Khuri Hitti.

Kebetulan, Ramadan tahun ini (2026), kami mau bedah 3 buku yang mirip isinya dari karya Philip K. Hitti, Albert Hourani dan Eugene Rogan. Ketiganya penulis dan sejarawan dahsyat. Itu terlihat dari karya-karyanya yang sangat serius: tebal dan kaya sekali bibliografinya. Kita pasti kesulitan jika mencari tandingannya di Indonesia.

Pada mulanya, buku History of The Arabs menggambarkan kondisi geografi tanah Arab, dan keadaan sosial masyarakat sebelum kedatangan Islam. Selanjutnya, menuliskan kedatangan Islam, serta kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Lalu, tersaji 39 bab yang dahsyat.

Hitti, tentu saja sejarawan dan orientalis terkemuka dari Lebanon-Amerika yang lahir pada 22 Juni 1886 di Shimlan, Lebanon. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan studi Arab dan Timur Tengah di Amerika Serikat. Bisa dibilang, ia Don-nya.

Hitti memperoleh gelar sarjana dari American University of Beirut (1908) dan melanjutkan pendidikannya di Columbia University, guna meraih doktor (1915). Ia kemudian menjadi profesor di Princeton University dan mendirikan program studi Timur Tengah yang pertama di Amerika Serikat.

Hitti menulis beberapa buku penting, termasuk "History of the Arabs" (1937), "The Syrians in America" (1924), dan "Makers of Arab History" (1968). Ia konsultan untuk pemerintah Amerika Serikat dan berperan dalam pengembangan kebijakan Timur Tengah.

Coba bayangkan, ia menghabiskan 10 tahun untuk meriset dan menuliskan buku ini serta mendapatkan sokongan (beasiswa) penuh untuk kerjanya. Adakah kita punya tradisi seperti ini?

Hitti tentu punya posisi pikiran yang provokatif karena berbau orientalis tetapi memiliki kontribusi besar dalam memahami sejarah dan budaya Arab bagi warga dan komunitas akademik Amerika.

Ia menganggap bahwa sejarah Arab adalah bagian dari sejarah dunia, bagian integral dari sejarah semesta, bukan sebagai entitas yang terisolasi. Karenanya, ia menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajari Arabisme, termasuk faktor geografis, ekonomi, dan sosialnya.

Hitti juga menghargai kekayaan budaya Arab, termasuk sastra, seni, dan ilmu pengetahuan yang menjadi faktor penting dalam membentuk sejarah Arab, sambil percaya adanya pengaruh lain seperti budaya Yunani dan Persia. Untuk itu, Hitti berusaha mempertahankan objektivitas dalam penelitiannya, meskipun ia memiliki latar belakang Kristen Maronit.

Beberapa kritikus menyebutkan bahwa Hitti cenderung memandang Islam dan Arab dari sudut pandang Barat. Ia dituduh memiliki kecenderungan untuk mengurangi peran Islam dalam membangun kebudayaan dunia.

Dalam hal usaha membandingkan (komparatif) Alquran dengan Perjanjian Baru, terlihat Hitti memiliki fanatisme terhadap agamanya sendiri, yaitu Kristen Maronit, sehingga mempengaruhi penilaiannya terhadap Islam dan Arab. Tetapi, ini masih dalam batas kewajaran dan penulis bisa menolerirnya.

Membaca karya Hitti, kita dapat berhipotesa bahwa Islam itu banyak, dan jalan memahaminya begitu kaya, berserakan serta ribut dan perang antar mereka begitu nyata.

Membacanya seperti kisah embun pengetahuan yang tak memilih daun. Kebaikan iptek dan informasi datang tanpa memandang siapa yang menerimanya.

Aku membaca bukunya saat gerimis malam telah berhenti pelan-pelan, lalu suasana mistis pergi perlahan. Dunia kembali memeluk sepi dan keterkejutan atas revolusi pemikiran dan pengkhianatan.

Yudhie Haryono 
Pengasuh Pesantren Yusufiyah


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya