Berita

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 02:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengalami teror dan ancaman usai postingannya mengkritik program pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tiyo menyatakan bahwa pihaknya tidak akan gentar sedikitpun terhadap berbagai teror yang menimpanya.

“Hampir 30 pengurus BEM UGM, semuanya mendapatkan teror. Tapi yang saya garis bawahi di sini adalah seluruh teror itu tidak akan membuat BEM UGM gentar. Semakin ditekan, justru kami semakin melawan,” kata Tiyo dalam podcast Madilog bersama Indra J Piliang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat malam, 20 Februari 2026. 


Ia dengan percaya diri saat ini banyak pihak yang mendukungnya. Di antaranya Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, Kampus UGM, LPSK dan LBH semuanya bersama BEM UGM dalam menegakkan demokrasi.

Tiyo pun menyebut apa yang dialaminya bersama dengan pengurus BEM UGM lainnya merupakan ancaman nyata bagi demokrasi.

“Karena hari ini memang yang kita kritisi adalah pemerintah. Bagi saya yang justru penting adalah ini jadi alarm bagi demokrasi kita. Ini jadi catatan dari kecacatan demokrasi kita. Bahwa ketika ada orang yang berangkat dari kepeduliannya dengan bangsa, bahwa ada alokasi anggaran tidak benar, prioritas program yang salah. Tapi justru malah mendapatkan ancaman, penculikan bahkan pembunuhan. Dan tidak hanya saya seorang,” jelasnya.

Kendati demikian, ia tidak mengetahui pihak mana yang melakukan ancaman. Tiyo hanya menduga pelakunya berkaitan dengan rezim yang berkuasa.

“Bahwa kritik kita menimbulkan ketersinggungan, iya. Tapi apakah yang tersinggung itu yang mengirimkan teror? Saya kira bukan saya yang bisa menjawab, tapi pemerintah,” tandasnya.

Menteri HAM Natalius Pigai sebelumnya menegaskan bahwa teror yang dialami Tiyo bukan berasal dari pemerintah.

“Saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah. Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa hukum tidak boleh dipakai oleh penguasa untuk kepentingan atau membungkam hak asasi manusia penduduk Indonesia," kata Pigai kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya