Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Bahlil Pastikan Saham RI di Freeport Naik Jadi 63 Persen pada 2041

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 23:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia akan meningkat menjadi 63 persen pada 2041. 

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Washington, D.C., Jumat, 20 Februari 2026.

Bahlil menjelaskan, keputusan perpanjangan izin usaha pertambangan Freeport merupakan hasil negosiasi intensif yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir antara Pemerintah Indonesia, MIND ID, dan Freeport-McMoRan. 


Pemerintah, kata dia, menimbang secara matang aspek produksi, keberlanjutan investasi, serta kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Puncak produksi Freeport diperkirakan terjadi pada tahun 2035. Saat ini produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga dan 50-60 ton emas,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan, dengan proyeksi puncak produksi pada 2035, pemerintah berkepentingan menjaga kesinambungan operasional tambang di Timika, Papua, agar manfaat ekonominya tetap mengalir bagi negara dan daerah. 

Saat ini komposisi saham Indonesia berada di angka 51 persen. Tetapi pada 2041 akan dilalukan divestasi tambahan 12 persen.

"Dalam perpanjangan ini, akan dilakukan divestasi tambahan 12 persen kepada negara tanpa biaya akuisisi saham, sehingga total kepemilikan Indonesia menjadi 63 persen pada tahun 2041. Sebagian saham ini juga akan diberikan kepada pemerintah daerah Papua,” tegasnya.

Menurut Bahlil, tambahan 12 persen saham tanpa biaya akuisisi menjadi poin krusial dalam kesepakatan tersebut. 

Dengan peningkatan kepemilikan itu, posisi Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas semakin kuat sekaligus memberi ruang lebih besar bagi daerah untuk menikmati hasil tambang.

“Dengan demikian, lapangan kerja dapat terjaga, pendapatan negara meningkat, serta royalti dan penerimaan daerah juga meningkat,” pungkas Bahlil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya