Berita

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani (Reuters)

Dunia

Iran Surati PBB, Ancam Serang Aset Militer AS Jika Trump Lancarkan Perang

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran memperingatkan bahwa pangkalan militer, fasilitas, dan aset milik Amerika Serikat di kawasan akan menjadi target yang sah jika Washington benar-benar melancarkan serangan ke Teheran. 

Peringatan keras tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, dalam surat yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan, Jumat, 20 Februari 2026. 

Surat itu ditujukan untuk merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan penggunaan pangkalan militer Inggris, termasuk di sebuah pulau di Samudra Hindia, jika kesepakatan nuklir tidak memperoleh hasil.


“Pernyataan agresif seperti itu dari Presiden Amerika Serikat menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan tersebut dan akan menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional,” tulis Iravani dalam surat tersebut, seperti dikutip dari AFP.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memastikan bahwa AS segera menghentikan ancaman penggunaan kekerasan yang melanggar hukum.

Dalam surat yang sama, Iran menegaskan tetap berkomitmen terhadap solusi diplomatik dan siap mengatasi ambiguitas terkait program nuklir damainya.

Namun Teheran juga memperingatkan bahwa jika menghadapi agresi militer, semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan tersebut akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran.

Pesan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa Iran siap melakukan pembalasan jika diserang.

Ketegangan meningkat setelah Trump mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan perangkat militer lainnya ke Timur Tengah untuk menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya. 

Pada Kamis, 19 Februari 2025 Trump bahkan menyebut Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan, sembari kembali mengisyaratkan opsi serangan bila negosiasi gagal.

Sebelumnya, upaya perundingan sempat dilakukan melalui pembicaraan tidak langsung di Jenewa antara utusan AS dan diplomat tinggi Iran yang disebut menunjukkan kemajuan. 

Namun negosiasi terdahulu runtuh setelah Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran pada Juni lalu, memicu perang 12 hari yang sempat melibatkan Washington dalam pemboman situs nuklir Iran.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya