Berita

PM Jepang Sanae Takaichi (Foto: CNA)

Dunia

PM Jepang Soroti Agresivitas Militer Tiongkok di Laut China Timur dan Selatan

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Jepang, Takaichi Sanae, menyoroti meningkatnya agresivitas militer Tiongkok di kawasan Asia Timur. 

Dalam pidato di parlemen pada Jumat, 20 Februari 2026, ia menuding Beijing berupaya mengubah status quo secara sepihak melalui tekanan dan kekuatan militer, khususnya di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

“China sedang mengintensifkan upayanya untuk secara sepihak mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan di Laut China Timur dan Laut China Selatan, sementara juga memperluas dan meningkatkan aktivitas militernya di wilayah sekitar negara kita,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.


Meski melontarkan kritik keras, Takaichi menegaskan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen menjaga hubungan bilateral yang stabil. 

“Merupakan kebijakan konsisten Kabinet Takaichi untuk secara komprehensif memajukan ‘Hubungan Saling Menguntungkan Berdasarkan Kepentingan Strategis Bersama’ dengan Tiongkok dan untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil," kata dia. 

Lebih jauh, Takaichi menekankan pentingnya komunikasi yang berkesinambungan dengan Beijing, mengingat posisi Tiongkok sebagai tetangga penting Jepang di kawasan. 

“Justru karena China adalah tetangga penting dan ada berbagai isu dan tantangan yang belum terselesaikan, kami akan melanjutkan komunikasi dan menanggapi dengan tenang dan tepat dari sudut pandang kepentingan nasional kami,” paparnya.

Ketegangan kedua negara tak terlepas dari sengketa atas Kepulauan Senkaku—yang oleh Beijing disebut Diaoyu—serta peningkatan aktivitas militer Tiongkok di sekitar Okinawa. 

Pada Desember lalu, Jepang melaporkan jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning milik Tiongkok dua kali mengunci radar pada pesawat Jepang di perairan internasional, memicu kekhawatiran serius di Tokyo.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam Konferensi Keamanan Munich akhir pekan lalu menuding adanya kekuatan di Jepang yang berupaya menghidupkan kembali militerisme.

Pemerintah Jepang merespons dengan menegaskan bahwa penguatan pertahanannya dilakukan semata-mata sebagai jawaban atas lingkungan keamanan yang kian kompleks dan tidak ditujukan terhadap negara tertentu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya