Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Politik

Bahlil Bisa Rebut Hati Masyarakat Jika Tampil Lebih Merakyat

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dinilai bisa menjadi favorit masyarakat jika merubah cara komunikasi di depan publik.

Penilaian ini disampaikan analis komunikasi politik Hendri Satrio merespons salah satu klip yang viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, Bahlil terlihat tenang dan santai saat menceritakan latar belakangnya hingga menjadi Menteri.

"Dari ceritanya, perjuangan hidup beliau memang luar biasa dan bisa mencapai posisi politik seperti saat ini itu menjadi makin luar biasa, bisa menjadi inspirasi bagi kita yang punya latar belakang hidup susah ini," kata Hendri, Jumat, 20 Februari 2026.


Sosok yang akrab disapa Hensat itu memuji cara komunikasi Bahlil di video tersebut. Menurutnya, komunikasi publik yang tidak menggebu-gebu seperti itu lah yang disukai publik.

"Kalau Bahlil cara komunikasinya menjadi lebih santun, kalem, tenang, maka bukan tidak mungkin ia akan mengambil hati masyarakat," kata Hensat.

Belakangan Bahlil kerap menceritakan kisahnya berkiprah di dunia politik. Namun Hensat melihat, cara Bahlil menyampaikan pesan cenderung tidak berpihak kepada masyarakat, sehingga kerap kali menimbulkan sentimen negatif dari publik.

Maka dari itu, jika Bahlil bisa mengubah cara komunikasinya dengan lebih santun, maka ketua umum partai berlambang pohon beringin itu dipercaya bisa mengambil hati masyarakat.

"Kalau Bahlil mau mengubah cara komunikasi publiknya menjadi lebih merakyat, saya meyakini bahwa efeknya tak hanya untuk dirinya saja, namun juga untuk partai yang saat ini ia pimpin yaitu Golkar karena memiliki pemimpin yang dapat mengambil hati masyarakat," pungkas Hensat.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya