Berita

Banjir di Grobogan. (Foto: Humas BNPB)

Nusantara

Banjir di Demak Rendam 8 Ribu Rumah, Tanah Longsor di Morowali Tewaskan 1 Orang

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian bencana hidrometeorologi sejak Kamis 19 Februari 2026 hingga Jumat 20 Februari 2025 pukul 07.00 WIB, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bencana tersebut terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tanggul jebol akibat curah hujan tinggi dan keterbatasan infrastruktur penampung air, sehingga merendam 8.163 rumah. Air mulai berangsur surut, sementara upaya perbaikan tanggul terus dilakukan dengan pengerahan alat berat.


“Berdasarkan pantauan visual, area persawahan Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogosih sebagian masih tergenang banjir,” kata Abdul Muhari, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, banjir juga melanda 9.736 rumah dan 10.061 kepala keluarga. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sejak 16 Februari hingga 22 Februari 2026. Saat ini, banjir masih menggenangi Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.

Di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, pada Rabu 18 Februari 2026. Insiden ini menewaskan satu orang dan menimbun sejumlah alat berat. Tim SAR berhasil mengevakuasi korban dan menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Bencana angin kencang terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu 18 Februari 2026 pukul 15.30 WIB, di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. Sekitar 15 unit rumah mengalami kerusakan, terutama atap yang terbawa angin.

Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi. Warga yang tinggal di bantaran sungai diingatkan untuk rutin memantau ketinggian air, memperbarui informasi cuaca, dan mengetahui jalur evakuasi yang aman.

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri,” tutup Abdul Muhari.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya