Berita

Eks Wamenlu Dino Patti Djalal (Foto: Instagram)

Dunia

Dino Patti Djalal Desak Kejelasan Helm Biru Pasukan RI di Misi ISF Gaza

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mendesak pemerintah memberikan kejelasan terkait atribut yang akan dikenakan pasukan Indonesia dalam misi perdamaian Gaza di bawah International Stabilization Force (ISF). 

Sorotan utama diarahkan pada apakah kontingen RI akan tetap menggunakan helm biru (blue helmet) sebagaimana lazimnya pasukan penjaga perdamaian PBB.

Dalam unggahannya di X pada Jumat, 20 Februari 2026, Dino menilai isu tersebut bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut prinsip, legitimasi, dan persepsi internasional terhadap posisi Indonesia. 


“Saya berpandangan perlu ada kejelasan dari Pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza akan menggunakan helmet biru (blue helmet) sebagaimana biasanya pasukan perdamaian PBB. Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets, dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa,” tulisnya.

Dino turut mengapresiasi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang tidak mengumumkan kontribusi dana besar untuk menjadi anggota permanen BoP. 

Ia berpandangan Indonesia tak perlu mengejar status anggota permanen BoP serta harus selalu membuka peluang untuk hengkang apabila arah misi menyimpang, mengingat peran pengiriman pasukan perdamaian sudah cukup.

“Saya apresiasi Presiden Prabowo tidak mengumumkan kontribusi Indonesia 1 milyar dolar AS untuk menjadi anggota permanen BoP. Peran sumbang pasukan penjaga perdamaian sudah cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam forum perdana BoP di Amerika Serikat, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan lebih dari 8.000 personel untuk mendukung stabilisasi Gaza di bawah ISF. 

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika perlu,” tegas Prabowo di hadapan Presiden AS Donald Trump dan delegasi internasional.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya