Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

Otomotif

Tips Perawatan Motor Saat Musim Hujan Agar Kendaraan Tetap Prima dan Aman

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:14 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

RMOL. Musim hujan telah tiba, membawa tantangan ekstra bagi para pengguna kendaraan roda dua di Indonesia. Intensitas curah air yang tinggi, jalanan licin, hingga sifat korosif pada air hujan berpotensi menurunkan performa kendaraan Anda secara drastis.

Oleh karena itu, memahami tips perawatan motor saat musim hujan bukan lagi sekadar opsi operasional, melainkan keharusan mutlak untuk memastikan keselamatan dan keawetan mesin.

Melalui panduan ini, kita akan membedah secara teknis cara merawat motor di musim hujan agar selalu tangguh melibas genangan. Mulai dari trik anti karat motor hingga prosedur krusial saat Anda harus periksa rem motor hujan, semuanya dirangkum berdasarkan standar mekanik profesional dan literatur keahlian otomotif.


1. Perlindungan Bodi dan Rangka

Air hujan, khususnya di wilayah perkotaan padat emisi, memiliki kandungan zat asam (pH rendah) yang secara perlahan dapat memicu proses oksidasi dan korosi pada komponen logam motor.

Jangan pernah membiarkan sisa air hujan mengering dengan sendirinya pada bodi atau sasis motor. Langkah paling krusial untuk mencegah karat adalah dengan segera membilas motor menggunakan air bersih yang mengalir.

Gunakan spons lembut untuk melunturkan kotoran. Hindari penyemprotan air bertekanan tinggi secara langsung pada area sirip radiator atau komponen kelistrikan yang rentan. Pembilasan instan ini merupakan langkah anti karat motor paling efektif yang akan menjaga integritas cat kendaraan Anda.

2. Optimalisasi Pengereman dan Ban

Jalanan basah secara otomatis mereduksi koefisien gesek (friksi) antara aspal dan karet ban. Di sinilah sektor kaki-kaki menjadi garis pertahanan pertama Anda.

Kinerja sistem pengereman sangat dipengaruhi oleh kelembapan. Bahan kampas rem?"terutama yang mengandung asbes?"cenderung mengembang saat basah dan mengeras saat mengering.

Anda wajib periksa rem motor hujan secara berkala; pantau ketebalan kampas rem cakram maupun tromol. Pastikan juga area kaliper bersih dari tumpukan pasir jalanan yang menempel akibat genangan air.

Pasir yang terjebak di area ini tidak hanya menimbulkan bunyi berdecit, tetapi berisiko menggores piringan cakram secara permanen.

3. Pantau Tekanan Angin dan Kedalaman Alur Ban

Alur ban bertugas membelah atau mendistribusikan air untuk mencegah fenomena aquaplaning (ban kehilangan traksi dan mengambang di atas air). Jika kedalaman alur ban sudah menipis atau menyentuh Tread Wear Indicator (TWI), segeralah ganti ban Anda.

Untuk tekanan angin, pastikan tetap berada dalam ambang batas spesifikasi pabrikan (biasanya sekitar 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk belakang pada motor bebek atau matik). Menurunkan tekanan ban secara ekstrem tidak direkomendasikan karena akan membuat tarikan motor menjadi berat dan merusak struktur ban.

4. Perawatan Jantung Pacu dan Sistem Kelistrikan

Kelembapan ekstrem adalah musuh utama sistem pembakaran dan sirkuit kelistrikan motor.

Komponen pengapian seperti busi sangat sensitif terhadap air. Periksalah kondisi karet penutup busi (kop busi).

Karet yang sudah getas memungkinkan air masuk ke ruang pengapian, yang sering menjadi biang keladi motor mogok di tengah hujan. Keringkan area tersebut dengan lap bersih jika mulai terlihat rembesan.

Selain itu, pastikan filter udara tidak basah. Jika elemen saringan udara kemasukan air, suplai udara bersih ke ruang bakar akan tersumbat, mengakibatkan pembakaran tidak sempurna dan performa motor seketika menurun.

5. Pembersihan dan Pelumasan Rantai Roda

Bagi pengguna motor sport atau bebek, rantai roda yang dibiarkan kehujanan tanpa dilumasi akan sangat cepat aus dan berkarat. Segera bersihkan lumpur dari rantai menggunakan cairan pembersih, lalu semprotkan pelumas khusus (chain lube) secara merata.

Pastikan juga ketegangan rantai tetap dalam standar batas ayun (sekitar 2 cm) agar perpindahan daya dari mesin ke roda tetap stabil.

Lakukan Servis Motor Berkala

Jika Anda memiliki intensitas berkendara yang sangat tinggi setiap hari, melakukan servis motor berkala di bengkel resmi adalah sebuah keharusan.

Teknisi profesional akan memeriksa kerapatan seal mesin, memvalidasi tegangan aki, dan memastikan fungsi lampu-lampu tetap terang. Tips aman berkendara hujan tidak akan memiliki dampak jika kendaraan Anda sejak awal kurang terawat.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:36

Memahami Trust: Energi yang Hilang

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:22

Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik Mudik

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:19

Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Tembus 101 Persen Saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45

Polri: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat hingga 73 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:29

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:51

Hari ke-12 Operasi Ketupat: Jumlah Kecelakaan 198, Meninggal 18

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:01

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:46

Kembali ke KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:28

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:18

Selengkapnya