Berita

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie (Foto: Dokumen RMOL)

Bisnis

Kadin Indonesia Sambut Positif Rencana Tarif Resiprokal dengan AS

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan respons positif terhadap rencana Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). 

Skema tarif resiprokal sebesar 19 persen dinilai cukup kompetitif dan berpeluang besar memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa regulasi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha. Salah satu poin krusialnya adalah peluang penghapusan tarif bagi produk lokal yang mengintegrasikan komponen asal AS dalam proses produksinya.


 “Tarif 19 persen itu sudah kompetitif. Apalagi produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari Amerika Serikat bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,” ujar Anindya dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Anindya menekankan pentingnya bagi para pelaku industri, khususnya di sektor manufaktur, untuk memahami aturan teknis ART secara mendalam agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal. Saat ini, berbagai asosiasi industri mulai bergerak mencari peluang kerja sama konkret, termasuk skema impor bahan baku dari AS yang kemudian diolah di tanah air.

Sebagai contoh, sektor furnitur menunjukkan ketertarikan khusus pada model kerja sama ini. Anindya menceritakan interaksinya dengan pelaku industri kerajinan:

“Tadi saya bicara dengan salah satu pimpinan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang ada di sini. Mereka ingin bicara dengan counterpart-nya supaya melihat apa yang bisa diimpor dari Amerika Serikat, tapi nantinya diolah dan dikirim balik ke Amerika (Serikat) dengan ada nilai tambah,” kata Anindya.

Langkah ini dinilai selaras dengan misi besar pemerintah dalam mempercepat hilirisasi industri. 

“Kalau memang permintaannya dari Amerika Serikat tentu masuk akal, apalagi kalau tarifnya nol,” katanya.

Dukungan Kadin ini juga menjadi bentuk sokongan terhadap diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah. Di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, telah diteken 11 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai investasi mencapai 38,4 miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya; pertambangan dan energi, agribisnis, tekstil, Garmen, dan furniture, serta teknologi

Anindya meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya akan memperkokoh posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia, tetapi juga menjaga stabilitas hubungan dengan AS sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya